Dia Ibumu Bukan Pembantumu
"Iya, Bun. Nanti kami ke bawah kok."
Kupikir ada sesuatu yang spesial di acaranya teman bunda, mertuaku satu ini. Ternyata aku baru menyadari kalau kami datang ke rumah perempuan yang sedang aku dan Jo bahas beberapa jam lalu. Dia menemuiku sambil mengulurkan tangan padaku.
"Hai, namaku Sarah. Aku mantan sekretaris di kantornya Jo. Selamat datang di rumah mewahku. Nama kamu Millen? Gadis Desa yang mendadak jadi OKB, ya? Ouh, selamat!"