Ibu Mertuaku Penuh Drama
Aku mengaminkan perkataannya.
“Aku udah buatkan sarapan, sebaiknya kita sarapan dulu sebelum kamu berangkat bekerja, Mas.” Bersyukur selama berjualan di depan rumah, sarapan pagi selalu saja tersedia meski seadanya.
Pagi itu kami sarapan nasi sama telur ceplok dan sayur tumis kangkung, rasanya sangat nikmat sekali kami bisa bersarapan bersama, aku jadi teringat saat di rumah Ibu mertua, setiap pagi aku disuguhi dengan menumpuknya pekerjaan yang harus aku selesaikan masih dengan perut kosong, jika beruntung maka selesai pekerjaan, lauk masih tersisa tapi jika tidak, kami harus siap-siap berpuasa.