Istri Galaknya Om CEO
Tidak lupa, mulut mereka saling mengeluarkan suara, mengadukan antara cita, suka, luka, dan terkadang juga duka, tetapi kalau malam ini mereka bicara tentang suka.
"Hai, Cantik ... apa yang kamu rasa masih kurang, hmmm?" Tatapan Haidar sangat tulus ke arah Ciara.
"Apa? Mboten wonten," jawab Ciara.
"Apakah kamu merasa bahwa aku belum bisa setulus Surat Ar-Rum ayat 21?" tanya Haidar.
"Tidak, njenengan sudah mewujudkan sakinah, mawaddah, dan warohmah yang begitu tulus dalam pernikahan kita." Ciara beralih menyandari tubuh kekar suaminya.
Hot Chapters