Perawan 200 Juta
jawabku dengan tersenyum, sambil menikmati teh hangat yang berada di tanganku sedari tadi.
"Kamu suka?" tanya Santi ragu, dia mengalihkan pandangannya dari arah televisi dan menoleh kepadaku. bersamaan dengannya aku juga menoleh ke arah gadis dengan tubuh mungil itu.
"Suka, ke kamu juga," jawabku kemudian.
"Bukan, bukan suka seperti itu. Suka dalam artian sebuah perasaan yang spesial, kayak aku sama Yudha gitu," terang Santi mendetailkan maksudnya.
Bab Populer