Suara Di Bilik Iparku
"Aku sakit hati, terlebih jika ingat sikap Mama yang mendesakku agar merusak hubunganmu dengan Mas Chandra, Mbak. Aku kira, kamu memang saudara yang jahat, tapi ternyata kita sama sekali tidak ada hubungan saudara."
Kugenggam erat tangannya, lalu memeluknya hangat. "Siapa bilang? Kami adalah saudaraku, ada atau tidaknya darah yang sama yang mengalir di tubuh kita. Jangan katakan seperti itu, aku tidak suka," ucapku menenangkannya.
Namun memang benar apa yang kukatakan. Sedikitpun aku tak mempermasalahkan mengenai hal itu. Bagiku saat ini dia adalah tetap adikku yang akan selalu menjadi saudaraku sampai kapanpun.
Hot Chapters