Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ESCAPE

ESCAPE

Bian merasa takut jika Ranti dan Ibunya dijebak lagi, terlebih baginya keluarga Kevin adalah keluarga yang imagenya sudah tidak baik. Bu Sasmi mengizikan putranya itu untuk pergi ke kota setelah secara diam-diam berdiskusi, karena Bu Sasmi juga khawatir akan keselamatan Ranti dan Ibunya. Dan keesokan harinya, mereka akhirnya pergi dan kembali ke kota. “Ku harap Bian bisa menjaga mereka,” ucap Pak Akbar kepada Bu Sasmi sembari melambaikan tangannya mengantar kepergian Bian, Ranti dan juga Ibunya.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai save us
Baca
+Pustaka
Aku Menyelamatkan Pujaan Hati Suamiku

Aku Menyelamatkan Pujaan Hati Suamiku

Namun, Paula yang di belakangnya tanpa sengaja melirik ke arah Joel yang berdiri di belakangku, lalu dia langsung berdiri di depan Steve dan mulai bicara, “Silvia, Joel yang menyelamatkanmu?” “Lalu bagaimana caranya kamu bisa selamat dari ketinggian sepuluh ribu meter? Kok bisa kebetulan sekali ketemu Joel? Jangan-jangan kalian berdua memang sudah berkomplot dari awal?”
7.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai save us
Baca
+Pustaka
YOU AND US

YOU AND US

"Terimakasih telah menyelamatkanku. Meski banyak hal yang terjadi, namun kalian bersikeras mengatakan kalau aku harus tetap hidup demi kalian." "Sekali lagi terimakasih, Dion, Ian."
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai save us
Baca
+Pustaka
We Are

We Are

Meski Diana masih terlihat rapuh, ada cahaya baru yang muncul di matanya. “Aku bisa mengerti kenapa kau merasa begitu,” kata Revan akhirnya. “Kevin adalah orang yang menyelamatkanmu. Dia pasti ingin tahu kalau kau ada di sini menunggunya, apalagi jika dia bangun nanti dia bisa langsung melihatmu.” Diana tersenyum tipis. “Aku harap Kevin bisa cepat sadar dari komanya.”
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai save us
Baca
+Pustaka
BATAVARA (Lahirnya Sang Penyelamat)

BATAVARA (Lahirnya Sang Penyelamat)

kenapa kami harus mengikuti keinginan mu orang Batavara? "karena bangsa mu telah memiliki janji untuk memberikan pertolongan kepada umat manusia, terutama dia yang dapat menjadi sang penyelamat!" mendengar ucapan tersebut sambil tersenyum Esolfo pun berkata, "kau? sang penyelamat?"
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai save us
Baca
+Pustaka
Simpanan!

Simpanan!

pintaku. "Baiklah, tapi berikan dulu ponselmu padaku!" Aku yang sedikit bingung, namun tetap memberikan apa yang ia pinta. Mas Yoga menyetel nomor ponselnya di ponselku menjadi nomor darurat. "Sudah ... nanti kalau ada sesuatu kamu langsung tekan nomer 1. Biar Mas langsung masuk membantumu!" Mas Yoga memberikan ponselku kembali.
1032.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai save us
Baca
+Pustaka
Dokter Calvin, Penyelamatku

Dokter Calvin, Penyelamatku

“Kesepakatan kita sudah berakhir.” Senyuman di wajahku perlahan-lahan membeku. “Berakhir?” Dia menatapku dengan tatapan tak percaya, “Monica, apa maksudmu?” “Persis seperti yang kukatakan.” Aku membulatkan tekad, memaksa diriku untuk melontarkan ucapan yang paling kejam, “Penyakitku sudah sembuh, jadi sudah nggak ada hubungan apa-apa lagi di antara kita. Dokter Calvin, terima kasih atas terapinya selama ini. Kita berteman sebagai rekan kerja biasa saja ke depannya.”
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai save us
Baca
+Pustaka
SPERANZA

SPERANZA

Dia berbicara tanpa henti. Caiden berusaha berpikir dengan tenang. "Aku akan membereskan segalanya. Kau tidak perlu melakukan apa pun! Tetap diam dan itu akan sangat membantu!" Caiden menarik napas dan melanjutkan ucapannya, "Kirimkan alamat rumah sakitnya! Aku akan segera ke sana." Caiden mematikan panggilan tersebut membuat Speranza sedikit lega.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai save us
Baca
+Pustaka
Help Me

Help Me

Ia terpojok sekarang. "Mengapa?" suara itu muncul secara tiba-tiba diantara derasnya suara hujan. "Kumohon hentikan, hentikan semuanya!" perempuan itu menekuk kedua lututnya dan menangis, tertunduk lesu bak memohon untuk diampuni.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai save us
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status