TULPA
"Mau ke mana, Kak?"
"Ke kamar ada sesuatu yang harus aku lakukan," jawabku. Kuusahakan seulas senyum terpatri di wajahku.
Tidak mau berlama-lama, dengan segera kunaiki anak tangga menuju ke kamarku. Sesampainya di kamar, kuhempaskan tubuhku ke atas ranjang. Entah mengapa setiap kali aku berlama-lama di keramaian, membuat tenagaku seakan terkuras habis. Apakah itu memang kelemahan seorang introvert sepertiku? Kupandangi langit-langit kamar, baru menyadari bahwa setelah insiden Kelabu mendorong Kelam, sosoknya tidak terlihat.
Hot Chapters