HASRAT LIAR CEO (Perawan 200 Juta)
Kolam renang biru jernih, restoran dengan dekorasi elegan, dan bahkan pusat perbelanjaan kecil di dalamnya membuatnya serasa berada di hotel bintang lima.
“Setidaknya, di sini aku bisa menikmati sedikit kebebasan.”
Tanpa Michael ataupun Karin yang mengawasi setiap gerak-geriknya, Sahira merasa bisa bernapas lega.
Dia memejamkan mata sejenak, membiarkan angin laut membelai wajahnya. Mungkin, ini bukan ide yang buruk. Setidaknya selama perjalanan, dia bisa merasakan ketenangan sebelum menghadapi apa pun yang menunggunya di Pulau Hidden Gem.