Tukang Pijat Tampan
Mereka duduk bersila di atas tatami, dengan meja rendah di tengah yang sudah penuh dengan pesanan; sashimi, sushi, tempura, yakiniku, dan sake untuk Adit dan Vera, jus yuzu untuk Larasati yang tidak minum alkohol.
"Ini... ini sih lumayan banget," kata Vera sambil menatap layar ponselnya yang menampilkan notifikasi transfer masuk. "Dua puluh lima juta. Cuma dari bantu-bantu latihan laga selama dua minggu."
“Bukannya itu receh buat kamu, Ver…”