Mengungkapkan perpisahan dengan kata-kata yang menyentuh hati memang butuh sentuhan pribadi. Aku selalu merasa bahwa kejujuran dan detail spesifik adalah kuncinya. Misalnya, alih-alih hanya mengatakan 'Aku akan merindukan kalian,' ceritakan momen kecil yang berkesan: 'Aku masih ingat bagaimana kopi pagi di kantin selalu terasa lebih hangat karena tawa kalian.'
Kemudian, ekspresikan rasa terima kasih secara konkret. Jangan ragu menyebut nama orang-orang yang berarti, atau bahkan kebiasaan unik mereka. 'Terima kasih, Dina, atas semua sticky notes motivasi di mejaku yang selalu bikin senyum.' Kombinasikan dengan harapan untuk masa depan, tapi hindari klise—lebih baik katakan 'Aku berharap kita bisa reunion sambil main 'Monopoly' lagi, meski nanti aku pasti masih kalah' daripada sekadar 'Sampai jumpa.'