Dosa dalam Cinta
Bau besi tua, tanah lembab, dan darah bercampur menjadi aroma pekat yang menusuk hidung.
Satrio berdiri membeku di dekat Sekar, yang terkulai lemah di lantai dingin. Napasnya cepat, wajahnya pucat, dan matanya setengah terbuka, menatap kosong ke langit-langit seperti seseorang yang sedang melihat kematian mendekat. Satrio merasakan getaran aneh di bawah jemari Sekar yang mencengkeram lengan bajunya erat—getaran itu bukan sekadar dingin karena kehilangan darah, melainkan denyut panas yang menjalar, seperti sesuatu yang hidup di bawah kulitnya.
Sikat na Kabanata