Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya
Jelas apapun pikiran yang terjahit pada benak lelaki psikopat itu, seks adalah ujung akhirnya.
Dan kurasa aku lebih pilih kaki sebelah kiriku patah lagi, daripada harus menjadi 'wadah' baru bagi rudal monster itu.
Samuel memajukan tubuhnya. Condong punggungnya, membuat penis tegak itu bergesekkan dengan perutku. Cairan bening tipis, merembes dari lubang kecil yang berkedut-kedut. Hanya sebuah gesekan halus, namun Samuel sudah melenguh kenikmatan. Aku yang menyaksikan di bawahnya, tidak berhenti menelan saliva. Dalam imajinasiku, wajah tampan Samuel tidak memiliki fitur lain kecuali arogan dan dominasi. Tapi, bagaimana pinggangnya terus maju-mundur, memutar kepala penisnya pada lingkaran pusa
Bab Populer