Rahim yang Tergadai
"Kamu masih istrinya, Selena. Tapi sebagai wanita, kamu harus menerima kenyataan. Gala tidak akan mencintai wanita yang tak bisa memberinya keturunan."
Kalimat itu menjadi pukulan terakhir. Selena terisak keras, tangisnya berubah menjadi jeritan yang memekakkan telinga. Ia meremas rambutnya sendiri, mengguncang tubuhnya seolah ingin melarikan diri dari kenyataan yang begitu kejam.
"Aku benci kalian semua! Benci!" teriaknya, penuh amarah dan kepedihan.
Sagara hanya menghela napas, lalu menoleh pada suster yang tampak ketakutan. "Pastikan dia tidak melakukan hal bodoh," ucapnya singkat sebelum meninggalkan ruangan itu.