Akad Yang Dijanjikan
Zidan justru tertawa melihat tingkahku yang jelas tidak menyukai pertanyaan tadi, dia sangat menjengkelkan.
“Aku hanya bercanda mbak, jangan galak-galak udah kaya singa betina aja nih,” ujarnya lagi.
Mendengar hal itu sontak mataku melotot padanya, apa maksud dia aku seperti singa betina, benar-benar menyebalkan.
Dia masih setia dengan tawanya, tidak peduli sedari tadi aku sudah menahan kesal terhadapnya.
“Maaf bercanda lagi, mbak cantik kok cantik banget malah,” pujinya dengan cengiran yang menyebalkan.
Bab Populer