Hayu
ujarnya menyerahkan lima berkas surat lamaran bersama Curiculum vitae.
“Jadi, apa tugas saya sudah selesai? Apa saya boleh pulang?”
Candra yang sedang menunduk, membaca surat lamaran itu pun mendongak. “Kalimat mana yang mengatakan, jika aku sudah menyuruh kamu pulang, Hayu. Masih ada pekerjaan yang harus kamu kerjakan. Apa kamu sibuk, apa kamu akan pergi dengan Bisma hari ini, sehingga kamu terburu-buru? Ingat aku membayar uang lembur hari ini, jadi jangan seenak kamu. Atau kamu mau gajimu aku potong untuk pekerjaanmu hari ini.”
Hot Chapters