Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dari Sahabat jadi Mempelai

Dari Sahabat jadi Mempelai

Tidak lagi merasa dikejar. “Lucu ya, kita ke Semarang bilang mau seminar. Padahal mau bulan madu,” canda Rey. Lila tersenyum, pipinya sedikit memerah. “Kalau bulan madu beneran kayak gini, aku nggak keberatan.” Rey berhenti berjalan. Di bawah lampu jalan yang temaram, ia meraih tangan Lila dan mencium punggung tangannya dengan lembut.
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai senyum licik
Baca
+Pustaka
Tertawan Obsesi Gelap 4 Iblis Menawan

Tertawan Obsesi Gelap 4 Iblis Menawan

Senyum Lark melebar, tapi kali ini bukan senyum seorang guru—melainkan senyuman seekor predator yang sangat sabar, yang akhirnya melihat mangsanya masuk sendiri ke dalam perangkap dengan sukarela. "Bagus," bisiknya, suaranya turun satu oktaf, bergetar dengan hasrat yang tak lagi ia sembunyikan. "Jangan ditahan, Lylia. Biarkan apimu menyala." Lark membuang jarak milimeter terakhir di antara kami. Bibirnya menempel di bibirku, tidak dengan agresi seperti Kael atau tuntutan mutlak seperti Arthur, melainkan dengan kelembutan yang menghancurkan. Ciumannya dalam, basah, dan perlahan, seolah ia memiliki seluruh waktu di dunia untuk mencecap setiap sudut mulutku. Ia terasa seperti madu gelap dan sih
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai senyum licik
Baca
+Pustaka
Senyuman Pandemi

Senyuman Pandemi

Dia tak perlu menunggu Arkana memelototinya untuk merayakan keberhasilannya mengakali pemuda berkulit putih itu. “Oh, bukan uang rupanya. Hanya angin lalu,” ujar Bisma sambil melambai-lambaikan tangannya di udara, seolah-olah menepis angin. “Kau salah tempat kalau bersajak di sini,” sahut Arkana. Bisma makin tertawa. “Kau benar. Aku seharusnya pergi ke FIB,” jawabnya. “Tapi, rindu memanggilku kemari. Aku harus bagaimana, Ar?”
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai senyum licik
Baca
+Pustaka
LILY

LILY

Hingga tanpa sadar ada kekasihnya yang melihatnya dari samping. “Hanya memikirkan masa depan saja,” papar Lily dengan semyum tipis. Senyum Lily menular pada Bara. Memang secantik itu senyum Lily. Membuat siapa pun akan terpana dengan senyuman kekasihnya itu. Bolehkah ia egois? Bara hanya ingin Lily tersenyum untuk diirnya. Ia tidak ingin kekasihnya itu menampakkan senyumannya kepda orang lain. Apalagi jika orang itu adalah laki-laki.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai senyum licik
Baca
+Pustaka
Terjebak Skandal Cinta Dosen

Terjebak Skandal Cinta Dosen

"Tuh kan senyum." "Ya kan biar kelihatan sopan aja," celetuk Lily. "Eh mana ada senyumnya sampe manis gitu." Lilyana hanya bisa terdiam. Lilyana merupakan orang yang serba tidak enakan, meskipun ia beberapa kali di pandang sebelah mata, tetapi Adawiyah selalu menemaninya, ia teman dekat Lily dari awal masuk SMA. Pulang pergi selalu bersama jalan kaki, bersenda gurau sekadar menceritakan kekonyolan diri sendiri. Meskipun Lily dekat dengan Adawiyah untuk masalah pelecehan yang pernah ia alami tidak pernah ia ceritakan kepada siapapun. Baginya sangat sulit bercerita hal yang tabu itu.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai senyum licik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status