Dikejar Lagi oleh Istri CEOku
tanya Luther sambil tertawa.
"Aku ... tadi hanya silap," sergah Sarisha dengan keras kepala. Namun, volume suaranya justru semakin mengecil. Jelas sekali dia merasa agak bersalah.
"Sarisha, kamu terlalu nggak tahu malu, 'kan?" sela Berry yang berjalan mendekati mereka dengan berlenggak-lenggok. "Kakak tampan ini tadi sudah membantu Klinik Svarga terlepas dari bahaya. Kamu bukannya berterima kasih, malah mau merebut Lukisan Bahari. Aku penasaran, setebal apa mukamu?"