My Dearest Cahaya
“Aku cuma ngomongin fakta!”
“Aku bilang keluar, Ser,” intonasi yang diberikan oleh Yasa sedikit melunak. Sepertinya, ia memang harus belajar lebih mengendalikan emosi. “Kamu gak tahu apa-apa, jadi jangan bikin kesimpulan sendiri.”
Sera berdecak, “Terus gimana dengan kita, Yas?”
“Kita?” mata Yasa memejam, menggeleng sembari terkekeh sinis. “Bukannya merger juga sudah jalan, dan gak ada masalah sama sekali, kan?”
Hot Chapters