Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Jingan, si elang yang hidup bersama dengan Calistung, suatu siang membawa seorang anak bayi dan meletakkannya di hadapan Calistung. Terperangahlah Calistung. Bagong melangkah dengan hati-hati. Bayi mungil bernama Senala terbungkus kain lusuh di punggungnya, tubuh kecilnya nyaris tak bergerak, hanya sesekali terdengar suara napas lembutnya. Bagong, dengan tubuh gemuknya yang berkeringat, berjalan menyusuri jalan setapak yang jarang dilalui manusia. Kabut tebal menyelimuti hutan, membuat setiap langkah terasa seperti memasuki dunia lain yang penuh misteri. Ketika matahari mencapai puncaknya, Desa Jenang sudah berubah menjadi puing-puing. Lima orang itu menaiki kuda mereka dengan puas, meninggalkan kehancuran di belakang mereka. Warga desa yang tersisa hanya bisa memandang dengan tatapan kosong, terlalu takut untuk melawan atau bahkan berkata-kata. "Latihanmu selama ini bukan untuk bermain-main, Anakku. Mungkin waktunya tiba untuk kita mempertahankan apa yang harus kita lindungi."
101.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai sesekali
Baca
+Pustaka
Desember Ke-30

Desember Ke-30

Aeza
"Diameternya masih tidak terlalu besar, tapi dari letaknya bisa saja mengganggu fungsi kelenjar pineal-mu. Aku belum bisa mengambil tindakan lebih lanjut, kamu masih perlu melakukan biopsy untuk memastikan jenis tumor dan stadiumnya. Bagaimana? Mau segera aku buatkan jadwalnya?”usul Dokter Acha. Aku terdiam sebentar, mencoba memberanikan diri untuk mengungkapkan keinginanku, aku sedikit gugup, takut dia akan menolaknya. Saya ingin jalan-jalan dulu, Dok. Saya tidak menolak saran Dokter untuk melakukan biopsi, saya hanya ingin menundanya sedikit. Saya ingin pergi ke beberapa tempat sebelum saya melakukan pengobatan,”ungkapku. *** "Jadilah egois sesekali, Kana. Lakukan apa yang ingin kamu lakukan selagi itu memungkinkan. Aku akan selalu mendukungmu.” Kana memiliki orang-orang yang mendukungnya untuk sembuh, tetapi api semangat dalam diri Kana makin meredup. Pada batas akhir kemampuan Kana melawan penyakit dalam otaknya, Kana hanya berharap memiliki kesempatan bertemu dengan Desember ketiga puluhnya.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai sesekali
Baca
+Pustaka
Rumah Tanpa Buah Hati

Rumah Tanpa Buah Hati

Mas Khalid
Alice menatap sendu ke arah luar jendela rumahnya. Tampak terlihat anak-anak kecil tengah bermain bola di depan rumahnya. Ramai, bising, dan gelak tawa yang membuat orang lain terganggu, tapi tidak dengannya. Ia selalu merindukan momen dimana anak-anak bermain di depan rumahnya. Terkadang, ia memberikan makanan atau minuman ringan untuk mereka semua. Alice tersenyum, saat melihat bocah kecil itu tertawa riang melihat aneka jajanan yang diberikan olehnya. Sesekali ia menghapus buliran bening, yang membasahi pipinya. Ia kembali teringat akan ucapan sang ibu mertua, yang membuatnya menitikkan air mata. Sang ibu mertua menyindirnya, saat ia dan suami berkunjung kesana. Sindiran tajam yang terdengar biasa bagi yang lain, tapi tidak bagi Alice. Anak, adalah sosok yang selalu menjadi buah pertengkaran antara dirinya dengan sang ibu mertua. Acapkali sang ibu mertua menolak bertemu dengannya, jika ia datang dengan tidak menggendong seorang buah hati. Berulang kali Alice menghapus air matanya, namun malah semakin deras mengalir membasahi pipinya. Suara riuh gelak tawa anak-anak tetangganya, selalu menjadi hiburan tersendiri untuknya.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai sesekali
Baca
+Pustaka
SHIELD

SHIELD

Dewi Norma
Fandi, bekerja di sebuah kelompok yang terlibat secara langsung dalam hal jual beli manusia. Fandi besar dan dididik oleh kelompok itu untuk suatu saat kemudian hari menjadi salah satu pemimpin di sana. Sesekali, Fandi juga keluar untuk menetapkan target, melakukan pendekatan dan lalu menculiknya. Kelompok hanya memilih orang yang tidak memiliki siapa pun, agar tidak akan ada tindakan dari pihak keluarga sandera yang akan membahayakan kelom[pok di kemudian hari. Saat melakukan pengintaian dan telah menentukan korbannya. Di tengah proses pendekatan, dia jatuh cinta pada korbannya. Fandi menyembunyikan fakta jika dia mengintai gadis itu, dia bermaksud mengganti gadisnya dengan gadis lain yang akan dia jadikan korban. Sebelum apa yang dia rencanakan terjadi, pihak kelompok sudah mengetahui keberadaan gadis itu. Mereka melakukan penculikan tanpa sepengetahuan Fandi. Saat tahu, Fandi marah besar. Dia melawan apa pun untuk membebaskan sang kekasih. Fandi berhasil dan lari dari kelompok. Kelompok memburunya dan melakukan banyak hal untuk menangkap pengkhianat seperti Fandi. Akankah Fandi berhasil? Menyelamatkan kekasihnya, melancarkan dendamnya.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai sesekali
Baca
+Pustaka
Menjebak Cinta Om-Om Impian

Menjebak Cinta Om-Om Impian

Pertemuan dengan cinta pertama, begitu membara dan panas. Pertama kali mata bertemu mata, da gairah yang mendesir membuat desakan demi desakan untuk menyentuh kian intens. Jiwa muda yang membara, membuat Angela kian nekat menggejar cinta Edward. Perbedaan 20 tahun itu tidak menghalangi Angela sedikitpun untuk mendapatkan perhatian Edward. Kehadiran Angela membuat Edward kacau, dia tidak menginginkan wanita lain dalam hidupnya, namun juniornya berkata lain. Angela bukan gadis yang mampu ditolak. "Jess, kamu kah itu?" Edward menatap tidak percaya, masa lalunya hadir di depan dirinya, begitu nyata. "Ed?" Suara lembut itu masih sama, Edward langsung memeluk tubuh ringkih wanita itu. Wanita itu hanya diam, sesekali menyentuh pungguh lebar Edward. "Akhirnya aku menemukanmu, Jess." "Kamu mencariku?" Wanita itu melepaskan pelukan Edward. "Kenapa?" Pertnyaan itu membuat Edward mematung. Ya ... dia hanya mencintai wanita itu secara diam, tanpa ada ungkapan. Bahkan sampai sekarang. "Loh, mama dan Om Ed saling kenal?" Pertanyaan Angela sukses membuat kedua orang itu menoleh. Sementara Angela masih bingung, kenapa mamanya bisa mengenal Om Edward. "Dia mamamu?" tanya Edward tidak percaya. "Iya!" jawab Jessika tegas.
403 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai sesekali
Baca
+Pustaka
Tamu yang Tak Diundang

Tamu yang Tak Diundang

"Hai." Seorang wanita cantik menyapaku ramah dengan melempar senyum manis saat pintu kubuka. Aku hanya membalasnya dengan senyuman tipis yang dipaksa. Wanita itu masih memandangku ramah dengan sesekali mencari celah ke arah belakangku seperti sedang mencari seseorang. "Boleh masuk?" tanyanya kemudian karena aku masih berdiri di depannya. Belum mempersilakannya masuk. Sengaja. Aku juga masih memegang erat sisi tepi daun pintu agar tidak terbuka lebar. Inginku pintu ini segera menutup dan mencegah wanita ini masuk ke dalam rumah. "Bisakah tidak datang hari ini? Kami ada acara keluarga," ujarku tanpa basa-basi melontarkan pertanyaan itu padanya. Berharap wanita di depanku ini mengerti dan memutuskan pergi. Ini untuk pertama kalinya aku memberanikan diri menolak kedatangannya. "Oh ya, hm … ada acara keluarga? Surya tidak bilang. Acara apa? Boleh ikut?" Mataku terbelalak kaget tak percaya mendengar wanita yang tidak kuinginkan kehadirannya ini bertanya demikian? Ikut katanya? Mataku awas menengok ke arah belakangku, memastikan seseorang yang berada di dalam sana tidak mengetahui siapa yang bertamu saat ini. Aku baru tahu ada makhluk yang tanpa malu seperti dia hidup di muka bumi ini. bukankah memintanya tidak datang ke rumahku saat ini adalah sebuah pengusiran? kenapa dia tidak peka?
1028.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 971 kali sebagai sesekali
Baca
+Pustaka
Cinta Terlarang

Cinta Terlarang

Warning! Mengandung adegan dewasa! Harap bijak dalam memilih bacaan.***“Tara ingin nonton film apa?” tanya pak Donny pada Tara.“ Apa saja boleh koq pak, “jawab Tara ketika dilihatnya pak Donny memilih beberapa DVD yang tertata rapih disana.Tidak lama kemudian seorang asisten datang ke ruangan menonton kami sambil membawa minuman soft drink dan camilan atas perintah dari pak Donny. Asisten rumah tangga itupun berlalu dari hadapan Tara setelah menaruh berberapa minuman soft drink dan camilan di meja bundar disamping sofa yang ada disana.Pak Donny kemudian menutup pintu ruangan menonton itu dan meredupkan lampu yang ada di ruangan tersebut agar terlihat seperti bioskop pada umumnya. Setelah menyalakan vidio yang berisikan film romance terlihat pak Donny duduk di bagian tengah dari sofa itu yang di ikuti oleh Tara yang waktu itu duduk di sofa. Mereka pun duduk bersama di permadani yang terasa lembut pada saat pertama kali Tara ke ruangan tersebut. Terlilhat pak Donny mengambilkan minuman soft drink untuk Tara. Mereka menonton film romance itu dengan sesekali menghela nafas bersama karena ada beberapa adegan dewasa yang di pertontonkan disana. Tanpa disadari pak Donny tiba-tiba telah memegang tangan Tara. Untuk kisah selanjutnya silakan baca pada Bab novel ini.
9.6428.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15.9K kali sebagai sesekali
Tampilkan Ulasan (42)
Baca
+Pustaka
madehilda
Halo, pembaca sekalian. :) Terima kasih atas antusiasnya terhadap novel ini yaa.. Btw, aku punya novel terbit yang bisa kalian baca. Bisa pesan di shopee atau tokopedia Stiletto Indie Book. Nama Pena : Rere Putri Judul Buku : Goresan Rasa Terima kasih banyak ......
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
DINIKAHI KONGLOMERAT

DINIKAHI KONGLOMERAT

[Heyyy! Gadis kampung! Ini peringatan saya yang ke sekian! Kamu pake guna-guna apa, hah?! Cepetan hilangkan ilmu hitam yang kamu kirimkan pada Ashraf! Kamu tidak pantas menjadi menantu di keluarga Adireja!] Aku menghela napas panjang. Sehari setelah aku menerima lamaran Tuan Muda Ashraf, aku selalu mendapatkan terror dari nomor yang tidak dikenal. Pikiranku yang sedang kacau oleh hal itu, bertambah runyam oleh omelan yang keluar dari mulut cabenya Teh Selvi. “Kalau semua ayam yang kamu goreng gosong? Kamu pergi lagi ke pasar beli ayam lagi pake duit kamu sendiri, punya gak?” cibirnya. Dia tak pernah bosan menghinaku karena kastaku yang dianggapnya rendahan. Aku lupa ada sepasang netra yang menatapku sambil berlinang. “Ibu kenapa?” Aku menoleh ke arahnya setelah Teh Selvi berlalu. “Maafin Ibu sama ayah kamu, Ta! Kalau saja kami punya uang dan menyekolahkan kamu tinggi, mungkin kakak-kakak sepupumu tidak akan merendahkanmu seperti ini?” isaknya. Wa’ Imah hanya sesekali melirik kearahku dan Ibu. “Bu, sudahlah! Sinta tidak apa-apa! Tuhan tidak akan salah memilih orang yang akan Dia tinggikan, Allah tidak hanya melihat dari pendidikannya. Meskipun seluruh dunia merendahkan orang itu, jika Allah meninggikannya semua bisa apa? Ibu hanya perlu mendoakanku agar tetap menjadi orang yang penuh syukur dan berada di jalan-Nya. Ibu mau kan jika Allah memilihku dan meninggikan derajat kita suatu hari nanti?”
9.7329.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.2K kali sebagai sesekali
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikah Dengan Tuan Mafia

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Mafia

Elena diminta untuk menikah dengan Alaric, ketua mafia Black Hold yang terkesan berdarah dingin. Permintaan itu disampaikan langsung oleh Vanessa, istri Alaric yang tengah sekarat di ranjang rumah sakit setelah melahirkan putra mereka. Alaric tidak bisa menolak. Ia menikahi Elena tanpa cinta dan sangat enggan untuk menyentuhnya. Ia bahkan tidak ingin tidur di ranjang yang sama. Alaric menikahi Elena hanya karena permintaan mendiang istrinya, juga sebagai ibu sambung bagi putranya yang sudah menjadi piatu di hari pertama ia dilahirkan. Elena berusaha untuk merebut hati suaminya, tapi satu kesalahan besar membuat Alaric begitu murka dan mengurungnya di ruang bawah tanah. Ia lalai menjaga Daryl, si bayi kecil yang membuatnya terjatuh dari ranjang. Alaric ingin sekali menghabisi Elena karena telah membuat anaknya hampir meregang nyawa, tapi mengingat wasiat istrinya, keinginan itu langsung ia urungkan. Sesekali Elena diberi siksaan agar ia selalu menyesal atas kelalaian yang sudah ia lakukan. Hingga suatu hari Alaric kembali memenjarakan seseorang, pria yang merupakan orang kepercayaannya, tapi terbukti berkhianat. Ia memenjarakan pria itu di ruangan yang sama dengan Elena. Meminta agar pria itu menghamili Elena, sebab ia ingin balas dendam dengan membunuh bayi yang lahir dari rahim Elena sebagai bentuk pelampiasan amarahnya. Namun, apa jadinya ketika pria itu dan Elena malah saling jatuh cinta dan mencari cara agar bisa keluar dari kurungan untuk hidup bersama dengan penuh cinta?
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai sesekali
Baca
+Pustaka
Mengikat Hati Sang Dosen

Mengikat Hati Sang Dosen

Adinda Rahayu, seorang mahasiswa baru jurusan hukum yang ceria dan penuh ambisi, melangkah mantap di hari pertamanya di kampus. Ia siap menyerap ilmu dan pengalaman baru, membayangkan masa depan cerah sebagai praktisi hukum. Namun, takdir punya kejutan yang disimpannya di ruang kelas. Saat dosen mata kuliah pengantar hukum masuk dan memperkenalkan diri, dunia Adinda seolah berhenti berputar. "Selamat pagi semua, saya Bagas Pratama," ucap sang dosen dengan suara bariton yang menusuk relung hati Adinda. Mata Adinda membelalak. Itu Bagas. Mantan pacarnya. Mantan yang meninggalkannya empat tahun lalu karena alasan klise "fokus studi". Kakinya langsung lemas. "Dosennya... dia?" gumam Adinda pada teman sebangkunya, Maya, yang hanya menatapnya bingung. Sepanjang perkuliahan, Adinda berusaha keras menghindari kontak mata. Ia menunduk, mencatat tanpa fokus, dan berharap bisa menghilang dari muka bumi. Namun, Bagas sesekali melirik ke arahnya, senyum tipis terukir di bibirnya yang dulu sering mengecup kening Adinda. Setelah kelas usai, Adinda buru-buru membereskan tasnya, ingin segera kabur. Namun, suara Bagas menghentikannya. "Adinda Rahayu, bisa kita bicara sebentar?" Langkah Adinda terhenti. Jantungnya berdebar kencang. Ia membalikkan badan perlahan, menemukan Bagas berdiri di depannya, menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan. "I-iya, Pak?" Adinda tergagap. Bagas tersenyum, kali ini lebih jelas. "Sudah lama ya, kita tidak bertemu." Adinda hanya bisa mengangguk kaku, pikiran kalut membanjiri benaknya. Dosennya adalah mantan pacarnya. Bagaimana ini bisa terjadi? Dan yang lebih penting, bagaimana ia akan menjalani satu semester ke depan dengan situasi sekacau ini?
238 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5 kali sebagai sesekali
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status