Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MINE

MINE

Tatapannya beralih pada kaki Ana yang tertutup perban. "Iya, kena pecahan kaca," ucap Ana sambil menggoyangkan jempol kakinya. "Pecahan jendela?" tanya Bram menebak. "Iya. Kayanya ada orang yang ngelempar batu deh pas kebakaran. Dua kali."
1035.0K viewsCompletedAdded to Library 943 Times as shards
Read
+Library
PARALLEL

PARALLEL

Tara tetap tersenyum sambil mengangguk-angguk kecil. “Tunggu sebentar, aku akan mengecek persediaan.” “Okay!” Bagian dalam apotek tak lebih dari satu kali dua meter. Vash berdiri di pintu tepat di bawah plang Pharmacist yang bisa dilihat dari luar. Shasha agak lama berada di belakang hingga akhirnya kembali dan membawa sesuatu. Vash tidak sempat melihat barang yang dibawa Shasha. Ia merasakan bahaya dari belakang dan segera berbalik untuk menghadapi seseorang yang hendak menyerang.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as shards
Read
+Library
DENDAM

DENDAM

Dendam Bab25 "Maaf," lirihku. Aisyah mendengkus. "Aku ingin bercerai, Mas!" ungkap Aisyah. "Aku tidak ingin diteror lagi, aku tidak mau, anakku dalam bahaya!" papar Aisyah. Aku menggeleng. "Tidak mau!" kataku dengan suara lemah. "Mas ...." suara Aisyah meninggi. "Wanita itu bisa membahayakan anak kita, juga aku."
1024.7K viewsCompletedAdded to Library 865 Times as shards
Read
+Library
RETAK

RETAK

papar Dela memberitahu dengan gelagat kehati-hatian. "Kenapa enggak berani?" Vitaloka bertanya dengan rasa penasaran dalam hati. Dela terlihat berpikir mencoba menyusun kalimat yang pas untuk diberitahukan pada Vitaloka. Namun, yang didengar dari tim sebelah, bahwa Rajaswala masih memiliki dendam pada keluarga Abibarata yang merupakan tambang bisnis properti hingga saham. Selebihnya Dela tidak tahu-menahu. Dia juga masih dibingungkan mengapa Rajaswala menyimpan dendam pada keluarga itu.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 121 Times as shards
Read
+Library
DINAR

DINAR

jawab raccel menjelaskan Sungguh banyak kejutan disini, dinar sangat kagum dengan pulau ranland ini, dengan semua keajaiban yang dipunya dan sangat memanjakan mata ini. Dinar memegang batu-batu berkilau itu dan aoa yang terjadi dia tidak bisa memegangnya, seakan itu hanya bayangan saja, dia mencoba memegng yang lainnya juga tetap sama, sampai dia masuk kehamparan bercahaya itu ttp saja dia tidak merasakab apa-apa. "raccel kenapa aku tidak bisa memegangya?" tanya dinar penasaran "iya benar batu itu tidak bisa kamu oegang selagi bercahaya, tunggu sampai cahayanya hilang baru kamu bisa memegangya" jawab raccel dengan santai
105.8K viewsCompletedAdded to Library 215 Times as shards
Read
+Library
BLACKHOLE

BLACKHOLE

Alulaa mengikuti instruksi dari pihak seberang tanpa menyela sedikit pun. "Tekan tombol kecil diatas kameranya Laa, disini masih belum kesambung" "Eh ia, gimana?" "Udah, sekarang lo lihat botol kecil disamping revolver Itu?" "Hm" "Itu obat bius, yang botolnya transparan dosis rendah sedangkan botol berwarna kuning untuk dosis tinggi. Jarum suntik ada di pinggir koper. Sebaiknya lo bius dulu itu kakek tua biar gak bikin gagal kerjaan lo"
2.3K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as shards
Read
+Library
MAWAR

MAWAR

FLASHBACK Nico Pov Ibukota memang tidak pernah mati aktivitas meskipun hujan badai petir sekalipun, terbukti dengan banyaknya kendaraan yang masih memadati ibu kota Indonesia tersebut. Aku merasa lelah karena baru saja menyelesaikan sebuah meeting dengan kolegaku, membahas pembangunan hotel kesekian yang akan di bangun di pulau dewata Bali. Nada suara panggilan rock and roll dari ponselku memenuhi keheningan di dalam mobil, aku langsung meminggirkan mobil berniat menerima panggilan dari papa, kebetulan aku tidak membawa earphone. "Halo Pa?"
106.0K viewsOngoingAdded to Library 126 Times as shards
Read
+Library
Elements

Elements

Ninna Krisna / Ninna Krisnamurtielvesritesel2
Tapi baru saja Jaka selesai berkata… BUMM! Sinar merah tersebut kembali menyerang. “Sial! Ada penguasa api di antara mereka!” gumam Jaka, sekuat tenaga berusaha menahan kemudi agar tidak oleng. Shifa berusaha mengobati diri sendiri. Dia mengambil sebotol air mineral dan menyiramkannya ke atas lukanya, kemudian menarik napas dan menahannya beberapa saat. BUMM! BUMM!
102.8K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as shards
Read
+Library
BATARI

BATARI

Lampu strobe Onyx Club berdenyut liar, membasuh ruangan dengan cahaya ungu dan biru elektrik yang terasa panas di kulit. Dentuman bass-nya bukan sekadar musik; itu adalah denyut nadi yang menggetarkan rusuk, memacu adrenalin hingga ke batas tertinggi. Erick melangkah masuk, dadanya membusung seolah ia baru saja menaklukkan dunia, dengan jemari Batari yang terkunci erat dalam genggamannya.
10554 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as shards
Read
+Library
Liara

Liara

Ia masih sayang nyawa. Hagan punya satu teman tidur tetap. Namanya Jesi. Sudah setahun Hagan hanya memakai jasa Jesi dan begitu pun sebaliknya. Kemarin malam, Jesi sedang tidak ada. Entah ke mana perempuan itu pergi, Hagan tidak peduli. Kebutuhan biologisnya menuntut harus segera dipenuhi, Hagan melihat Liara. Malam itu adalah hari pertama Liara bekerja sebagai pelayan di Paradise Club.
9.535.0K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as shards
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status