Terjerat Pesona Mama Temanku
Adit menoleh ke jendela, memperhatikan villa Sarah yang perlahan menjauh, dan ia tidak menunjukkan emosi apa pun.
Siska ingin bicara, ingin meminta maaf, atau bahkan mengejek. Tapi ia memilih diam, karena ia tahu, membawa Adit pulang adalah kemenangan terbesarnya malam ini.
Sementara itu, di dalam villa, Sarah bersandar di balik pintu yang tertutup. Ia tidak langsung kembali ke kamar. Ia menarik nafas panjang.
Sarah melirik ponselnya. Ia membuka pesan terakhir dari Adit yang bertulis, ‘Kita lanjutkan ini nanti.’