Terbuai Cinta Palsu Tuan Muda
Laila menarik koper di permukaan lantai stasiun, sementara ayah menyusulnya di belakang setelah membeli sekantong cemilan.
“Untuk di perjalanan,” ayah memberikannya sambil memeluk erat sang putri semata wayang. “Jaga diri baik-baik, ayah tahu kamu gak pernah ninggalin sholat termasuk tahajud. Kalau ada apa-apa, jangan ragu untuk nelpon ayan atau ibu.”
Laila tersenyum di bahu sang ayah, pondasi hidupnya dan satu-satunya pria sekaligus cinta sejati di dalam hidupnya.