Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Takdir Perjanjian Pernikahan

Takdir Perjanjian Pernikahan

tukas William dengan penuh penekanan. Marsha memutar bola matanya malas. "Kau ini benar-benar." "Hem, William sebentar lagi aku masuk kuliah. Aku akan mengambil smester pendek. Aku akan mengejar agar aku bisa lulus kurang dari satu tahun," ujar Marsha.
8.831.8K viewsCompletedAdded to Library 667 Times as short time
Read
+Library
Kebahagiaan Kecilku

Kebahagiaan Kecilku

“Aku hanya ingin memastikan.” Dari kaca depan, mereka melihat mobil hitam itu melambat di persimpangan, ragu untuk mengikuti. Beberapa detik terasa sangat panjang. Lalu mobil itu berbelok. Mengikuti. Kendrick tersenyum tipis, tanpa humor. “Baiklah.” Ia mempercepat mobil, menyusuri jalan-jalan kecil yang jarang dilewati. Gedung-gedung tinggi berganti menjadi kawasan perumahan lama. Lampu jalan lebih jarang, suasana lebih sunyi.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as short time
Read
+Library
TERALIS WAKTU

TERALIS WAKTU

kataku Ternyata aku keasikan melamun sampai melupakan waktu makan malam ku “hahhahha..”ku tertawa sendiri seraya memegangi perut yang tak henti bersuara. “Laper ya...”tanya seseorang yang baru saja mandi,harumnya memenuhi seluruh ruangan..aroma maskulin dengan harum sampo dan sabun khas bunga Kamboja membuatku terbuai..dada bidangnya terbuka membuatku bersemu malu. "Aku rindu dada itu.."pikirku
103.1K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as short time
Read
+Library
Turn Back Time

Turn Back Time

Tristan berjalan sedikit terburu-buru memasuki sebuah ruangan kecil berukuran 4 x 3 meter bernuansa putih gading vintage, tanpa lupa ia membawa beberapa buah tangan di tangan kanannya. “Assalamualaikum, Dok. Maaf saya agak terlambat dari jadwal yang ditentukan,” gumam Tristan saat baru saja menatap Dokter perempuan di ruangan itu.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as short time
Read
+Library
Gadis Lugu Milik CEO Duda

Gadis Lugu Milik CEO Duda

"Berapa lama?" "Satu minggu." "Satu minggu terlalu lama." "Kalau begitu lima hari," tawar Seika karena dia harus membicarakan masalah ini lebih dulu dengan sang kakak. "Tidak! Saya beri kamu waktu lima detik." "Apa?! Lima detik?" Mulut Seika sontak menganga lebar. Kedua matanya menatap Devan dengan pandangan tidak percaya. Devan mengangguk. "Waktumu mulai dari sekarang. Satu, dua, tiga ...."
10386.6K viewsCompletedAdded to Library 11.2K Times as short time
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status