Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hidden Secret

Hidden Secret

tanya Sofi berjalan menghampiri Liana. “Sudah selesai kak. Apa kakak mau ku tunjukkan?” tanya Liana tersenyum. “Oke,” jawab Sofi duduk di sebelah Liana. Liana kemudian menggeser layar tabnya ke udara, dan menempatkannya di cermin. Muncul beberapa bentuk prototipe yang telah diselesaikannya. Melihat itu, Sofi tersenyum kemudian memperhatikan Liana.
1011.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 382 kali sebagai showing
Baca
+Pustaka
WHERE

WHERE

Sharon Addeline liessersher
“Mereka engga akan percaya, Gideon. Kita engga bisa memaksa mereka.” Danny melangkah sedikit agar lebih mendekati Sharon. “Sharon, sebenarnya ada apa?” Sharon menggelengkan kepalanya. “Walaupun gue jelasin lo engga akan percaya.” Sharon melangkah mundur. “Gideon, gue mau ngecek pintu itu lagi.” Gideon menjentikkan jarinya. “Lo berdua ikut gue dan Sharon!” "Hah mau ngapain?"
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai showing
Baca
+Pustaka
YOU

YOU

dewi Triana.A7710oursthus6bole
Kesya menunduk menyembunyikan rasa yang bercampur antara, malu, sedih dan bahagia. Sean menunduk, mengawasi seksama ekspresi berbeda-beda yang terlihat jelas di wajah Kesya. Dengan lembut, Sean mengangkat dagu Kesya mendongak padanya. Membiarkan matanya menatap dalam seluruh hiasan indah pelengkap kecantikan wajah Kesya.
9.911.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 448 kali sebagai showing
Baca
+Pustaka
Invitasi

Invitasi

“Waktu aku masuk ... Jovita sudah ... Jovita sudah ... sudah seperti ini.” Isamu yang berdiri paling dekat dengan Tami melihat gelagat mencurigakan. Tami menggeser lengannya, seperti sedang menutupi sesuatu. Isamu menyipitkan matanya, berusaha melihat apa yang coba Tami sembunyikan, tapi dari tempatnya berdiri, tidak ada apa pun yang terlihat. “Bagaimana? Apa Jovita ...” Mika menggeleng, memupus harapan dari pertanyaan Adien.
9.910.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203 kali sebagai showing
Baca
+Pustaka
Shadow

Shadow

"Benarkah? Bagaimana bisa ia bekerja dengan wajah tanpa ekspresi seperti itu?" Xenovia mengeluarkan ponsel nya dan menunjukan sebuah aplikasi yang baru pertama kali Jason lihat. Xenovia mengetikan sesuatu di kotak pesan, lalu ia mendapatkan sebuah panggilan video dengan gambar yang seperti sedang menyorot sesuatu. "Sherla, membunuh atau di bunuh?" Ujar Xenovia kepada seseorang di balik telepon. Tak ada jawaban hanya muncul beberapa kode yang tak bisa di mengerti oleh Jason dan Ibu nya. Kode itu berkedip kedip kemudian berganti menjadi sebuah pesan suara.
9.911.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 439 kali sebagai showing
Baca
+Pustaka
TimeLess

TimeLess

Jonatan Drrrr... Drrrrrr.. Drrrr Sebuah pesan masuk di handphone Jonatan. Pesan dari Robby. "Jo, Keiko sakit." Chat Robby. Pesan Robby yang tidak seperti biasanya membuat Jonatan sedikit tidak nyaman. Jonatan yang saat itu sedang melakukan operasi, merasa terganggu setelah perawat ruang operasi menunjukkan handphone nya. Konsentrasi Jonatan sekilas terganggu. Namun dengan cepat Jonathan menguasai situasi nya.
9.95.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai showing
Baca
+Pustaka
PLAYER

PLAYER

“Tanya sesuatu.” “Hah? Tanya apa?” “Apa aja.” “Excuse moi. Êtes-vous occupé en ce moment? Pouvons-nous parler un moment?” (Excuse me. Are you busy right now? Can we talk for a moment?) “Bien sur.” (Sure) Wanita itu mendekat dan menempati salah satu kursi kosong di antara mereka berdua. “Êtes-vous en lune de miel?” (Apa kalian sedang honeymoon?)
1039.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai showing
Baca
+Pustaka
Shadow

Shadow

Kendra dan Izra berbalik menunggu rencana Luisha. "Liat ke depan! Papan tulisnya di depan!" cetus Luisha membuat Kendra dan Izra langsung menatap ke depan. "Ryn, kenapa dibatalin, hm?" tanya Luisha dengan puppy eyesnya. Mauryn diam tapi Luisha tidak patah semangat dan terus bertanya. "Ryn, hm?" "Ryn." "Ryn, kenapa, hm?" "Ryn." "Ryn."
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai showing
Baca
+Pustaka
SPERANZA

SPERANZA

"Ada apa? Mengapa kau terlihat gelisah?" Caiden memperhatikan mimik wajah Xaviera. Dia sangat mengenal Xaviera dan mengerti kalau Xaviera sulit untuk menyembunyikan ekspresinya. Xaviera masih diam dengan kepala yang tertunduk. Caiden tersenyum tipis, tangannya bergerak menyentuh pipi Xaviera dan mengelusnya dengan lembut.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai showing
Baca
+Pustaka
VERDINDA

VERDINDA

teriak Vanya menggedor pintu cokelat itu lagi. Verdi beralih membaringkan tubuh, memejamkan mata, dan tersenyum kecil. "Stress gue hari ini!" **
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai showing
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status