Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Shadow

Shadow

Kendra dan Izra berbalik menunggu rencana Luisha. "Liat ke depan! Papan tulisnya di depan!" cetus Luisha membuat Kendra dan Izra langsung menatap ke depan. "Ryn, kenapa dibatalin, hm?" tanya Luisha dengan puppy eyesnya. Mauryn diam tapi Luisha tidak patah semangat dan terus bertanya. "Ryn, hm?" "Ryn." "Ryn, kenapa, hm?" "Ryn." "Ryn."
102.7K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as showing
Read
+Library
SPERANZA

SPERANZA

"Ada apa? Mengapa kau terlihat gelisah?" Caiden memperhatikan mimik wajah Xaviera. Dia sangat mengenal Xaviera dan mengerti kalau Xaviera sulit untuk menyembunyikan ekspresinya. Xaviera masih diam dengan kepala yang tertunduk. Caiden tersenyum tipis, tangannya bergerak menyentuh pipi Xaviera dan mengelusnya dengan lembut.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as showing
Read
+Library
VERDINDA

VERDINDA

teriak Vanya menggedor pintu cokelat itu lagi. Verdi beralih membaringkan tubuh, memejamkan mata, dan tersenyum kecil. "Stress gue hari ini!" **
103.6K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as showing
Read
+Library
Jadi Istri Kedua CEO Dunia Monster

Jadi Istri Kedua CEO Dunia Monster

Apa benar tidak ada yang melihat ini? Tanpa sadar, sebuah senyum terpatri pada kedua sudut bibir kala aku memastikan kalimat sistem benar. "Aku hanya perlu mengucapkan nama skill untuk bisa memakainya kan?" aku mengangkat sebelah alis pada sistem dengan nada bertanya. [Notifikasi! Benar.] "Bagaimana caranya aku mengalihkan Mode Hide ini, pada Mode Show?" aku bertanya tanpa menoleh dengan suara yang sangat pelan, sambil bergerak menjauh dari para Hunter yang berperang melawan Fire Goblin.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as showing
Read
+Library
Choice

Choice

Maya mengangguk setuju. ***** ***** *****
101.8K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as showing
Read
+Library
Persona

Persona

"Aku..." ***
106.5K viewsCompletedAdded to Library 208 Times as showing
Read
+Library
SHIELD

SHIELD

Desember 2020 Angin sepoi, suara burung yang menyanyi membuat Fandy mengeratkan pelukannya. “Fandy, ini sudah siang. Lepaskan aku.” Sinar matahari masuk di sela tirai, saat Cahaya akan membangunkan suaminya itu, Fandy justru menariknya dan memeluknya. “Aku mencintaimu.” Fandy masih memejamkan mata, dia menggerakkan tangannya dan mengelus perut Cahaya. “Bagaimana dia hari ini?”
2.6K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as showing
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status