Kalau ngomongin 'Upin Ipin', pasti semua ingat dinamika lucu antara Upin, Ipin, dan Kak Ros. Tapi menurut pengamatanku, sebenarnya Ipin lebih sering dapat perhatian khusus dari Papa. Lihat aja scene-episode di mana Papa selalu lebih sabar menghadapi tingkah Ipin yang ceplas-ceplos. Ada satu episode di mana Ipin nangis karena kalah lomba, Papa langsung peluk dan bilang, 'Jangan sedih, lain kali bisa menang.' Sementara Upin biasanya dihandle dengan logika. Bukan berarti pilih kasih sih, tapi kayaknya Papa lebih relate dengan sifat Ipin yang emosional dan polos.
Di sisi lain, Upin sering jadi 'kakak' yang diharapkan lebih mandiri. Uniknya, justru ini bikin hubungan mereka lebih kompleks dan humanis. Aku suka bagaimana serial ini nggak black-and-white dalam menggambarkan favoritisme. Semua dapat porsi kasih sayang sesuai kebutuhan karakternya.