Tukang Pijat Tampan
Ia diam beberapa saat, hanya menatap Adit dengan sikap yang aneh, seperti sedang menganalisis, membaca, atau menilai sesuatu yang tidak bisa dilihat mata biasa.
"Maaf, anda siapa dan ada perlu apa?" tanya Adit dengan sikap datar cenderung dingin, menjaga jarak dan batasan. Suaranya tenang namun tegas, tidak menunjukkan rasa takut meski jantungnya berdetak lebih cepat. Ia sudah terlalu lama berada di dunia bahaya untuk menunjukkan kelemahan pada orang asing.
Lelaki itu tidak menjawab segera. Ia memiringkan kepalanya sedikit, masih dengan ekspresi kosong itu, sebelum akhirnya bibirnya bergerak.