Mas, Ayo Bercerai!
Sebuah kemarahan dingin, yang lebih menakutkan dari ledakan amarah apa pun.
“Haidar,” bisik Zola, suaranya sangat pelan, namun menusuk hingga ke tulang. Tidak ada kehangatan, tidak ada kerinduan, bahkan tidak ada kejutan dalam suaranya. Hanya sebuah pengakuan dingin akan kehadirannya. Bibirnya membentuk garis tipis. “Kau tidak perlu minum kopi di sini, Haidar."