Ilusi Cinta yang Kukira Abadi
"Kenapa kamu bilang begitu?"
"Karena aku belum pernah lihat ada orang yang melukis sepertimu," katanya. "Aku bisa merasakan emosi dalam setiap goresanmu."
Aku tidak menjawab, hanya melanjutkan mengajar anak-anak. Namun, suaranya itu seperti batu kecil yang jatuh ke dalam danau, menciptakan riak-riak halus di dalam hatiku.
Beberapa hari kemudian, aku membaca sebuah artikel berita di internet yang menyebutkan bahwa Simon sepertinya akan meninggalkan ibu kota dan kembali ke dunia pertapaan.