Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Penyesalan Mantan Suami dan Mertuaku

Penyesalan Mantan Suami dan Mertuaku

Ah, aku ingin cepat-cepat menghilang dari hadapannya. Sania tampak menyeringai. "Ya, terima aja bagaimana nasibnya. Kamu juga sih dulu jadi pelakor. Udah tahu cowok punya pacar, tetep aja dirayu. Karena udah buat hati wanita lain sedih, dapet karmanya, kan?!"
1013.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 482 kali sebagai sindiran buat pelakor lucu
Baca
+Pustaka
Wanita Lain Di Hati Suami

Wanita Lain Di Hati Suami

"Siapa yang sedang menyindir mu ? Kamu merasa kesindir ?." "T-tidakk." Lusi terlihat gelagapan, namun ia seolah bisa menyembunyikan rasa bersalahnya. "Aku tidak bermaksud menyindir siapapun di sini, kalau kamu kesindir ya, itu berarti kamu merasa menjadi pelakor." Lengan kanannya ia pakai untuk menutup mulut, senyuman sinis yang begitu tercipta di wajah mulusnya.
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai sindiran buat pelakor lucu
Baca
+Pustaka
Sindiran Pedas Istri Kedua

Sindiran Pedas Istri Kedua

Jadi orang nggak laku segitu bangetnya. Begitulah bunyi kalimat yang tertera pada foto tangkap layar tersebut. Aku menghela napas. Lagi-lagi sindiran pedas dari istri mantan suamiku. Tiba-tiba aku teringat seorang murid yang sudah lulus dua tahun yang lalu. Seminggu yang lalu dia dan beberapa teman seangkatannya bersilaturrahmi ke sekolah. Dalam obrolan santai kami, ia menyeletuk baru saja meng-hack akun mantan pacarnya karena sering sekali bikin status memojokkan dirinya.
1093.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai sindiran buat pelakor lucu
Baca
+Pustaka
Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor

Lagipula sebutan ‘Pelakor’ itu lebih pantas di sematkan pada diri Clara sendiri, karena dialah orang yang sudah merebut Mas Tio dariku, bukan aku yang merebutnya dari dia. “Dengar Clara, kalau kamu ingin membuat keributan di rumah ini. Maka kamu akan menyesal!” geramku sambil menatap wanita yang da di depanku dengan tatapan tajam, “Dan, satu lagi! Aku bukan pelakor seperti yang kamu dan keluargamu tuduhkan kepadaku! Kamulah PELAKOR yang sesungguhnya, Clara! Kamulah orang yang sudah merebut Mas Tio dariku, dan itu dengan cara kotor!” lanjutku. “Andaraaa!!!” geram Clara.
5.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai sindiran buat pelakor lucu
Baca
+Pustaka
Pelakor Itu Tanteku

Pelakor Itu Tanteku

Aku memergoki Mas Pram dan Tante Lili dengan mata kepalaku sendiri. "F - Fa ...," kutengok panggilan dari perempuan pelakor yang tak lain tanteku. PLAKKKK Tamparan kencang tak luput kulayangkan juga pada pelakor di depanku. "F - Fa ... kamu jangan salah paham!" PLAKKKK Tamparan kedua untuk pelakor yang ingin membela diri itu. "Tidak perlu Tante menjelaskan sepatah katapun pada Sifa! Karena apa yang Sifa lihat, sudah cukup memberikan jawaban."
7.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai sindiran buat pelakor lucu
Baca
+Pustaka
Istri yang Diremehkan Ternyata Juragan

Istri yang Diremehkan Ternyata Juragan

"Ah, itu Mbak, anu. Aku hanya iri dengan kemesraan kalian berdua. Maklum aku jomblo." "Oohh, single ya. Cari pasang dong, di kantor kan banyak pria single, jangan cari yang udah punya istri, nanti disebut…apa itu…PELAKOR…nah iya itu, PE-LA-KOR," ucap Damaira dengan penuh penekanan pada kata pelakor sebagai bentuk sindiran pada wanita itu. Sita hanya memaksakan senyum saat Damaira mengatakan hal itu, sejujurnya dia kesal dengan ucapan Damaira.
9.966.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai sindiran buat pelakor lucu
Baca
+Pustaka
Kuserahkan Suamiku Untuk Pelakor

Kuserahkan Suamiku Untuk Pelakor

Gallen tertawa terbahak-bahak atas jawaban Nilam, padahal menurut Nilam itu bukan hal lucu, sehingga dia pun menatap Gallen dengan bibir merengut, alhasil Gallen kembali tertawa keras. "Untuk kelas seorang badut, mulutmu pedas juga ternyata, tapi kamu telah berhasil membuat aku tertawa, selamat." Pujian dari Gallen bukannya membuat Nilam senang tapi sangat kesal karena telah gagal mengolok-olok pria yang menyebalkan tersebut. "Sudahlah, sekarang sebutkan apa tugas keduaku? Apakah kamu akan terus memajang aku di sini? Aku juga perlu bekerja untuk mendapatkan uang!"
1021.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 579 kali sebagai sindiran buat pelakor lucu
Baca
+Pustaka
Sahabat Masa Kecil Suamiku Adalah Pelakor

Sahabat Masa Kecil Suamiku Adalah Pelakor

Peter tidak tersinggung oleh sikap Nindy, malah tersenyum sambil melangkah maju. Nindy melemparkan bunga di tangannya dengan kesal, bahkan tak mau melirik Peter lagi. "Aku rasa kamu sudah gila." "Tadi itu temanmu, 'kan? Aktingnya lumayan." "Siapa bilang dia akting? Dia pacarku." "Aku tahu kamu. Kita baru cerai, kamu nggak mungkin secepat itu bersama pria lain." "Kalau begitu, artinya kamu kurang mengenalku." Nada bicara Nindy sangat dingin tanpa sedikit pun keramahan.
12.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 330 kali sebagai sindiran buat pelakor lucu
Baca
+Pustaka
Dikira Gadis Kampungan Ternyata Sultan

Dikira Gadis Kampungan Ternyata Sultan

Sembari bersedekap dada, Renata dengan sombongnya berkata seolah ia telah menang. "Aku, takut padamu?" Syakila menunjuk diri sendiri, memasang wajah polos dan lanjut berkata, "Memangnya kamu siapa? Hanya bibit pelakor yang sama sekali tidak penting bagiku." "Apa kamu bilang?!" Renata melotot pada Syakila dengan tangan terkepal ke bawah. "CALON PE-LA-KORRR, sayangnya akan gagal merebut Mas Devan dariku. Sudah jelas sekarang?" ujar Syakila menohok sengaja mengeja kata 'pelakor' dengan begitu jelasnya.
10128.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai sindiran buat pelakor lucu
Tampilkan Ulasan (16)
Baca
+Pustaka
Khusnul Tikwati
Kalau aku jadi syakila, udah aku obra abrik pesta pertunangan kamil dan mengatakan pada tamu undangan kalau kamil cuma seorang pembohong dan penipu. biar tahu rasa ksluarga itu. lanjut ya ka. jangan lama² updatenya
Harun Zaki
sudah baca sampai selesai, tapi ceritanya masih menggantung. ada beberapa yang belum tuntas 1. bagaimana kelanjutan kasus yang menimpa Maharani dgn suaminya 2. kelanjutan keluarga Kamil 3. happy ending tokok utama dalam cerita ini
Baca Semua Ulasan
Fitnah Pelakor Membuatku Babak Belur

Fitnah Pelakor Membuatku Babak Belur

"Lepaskan aku! Aku bukan orang yang bisa kalian perlakukan seenaknya!" Namun, seolah-olah tidak mendengarnya, mereka malah semakin mendekatkan ponsel ke wajahku. Ada juga yang terus-menerus memotret dan merekam video. Penonton di ruang siaran langsung semakin banyak dan berbagai komentar memenuhi layar. [ Pelakor memang harus diberi pelajaran! Biar jera dan jangan sembarangan merusak rumah tangga orang! ]
24.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 575 kali sebagai sindiran buat pelakor lucu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status