Bukan Pilihan Suami, Tapi Jadi Idaman Presdir
Senyum tipis terukir di bibir Elara saat menatap Dinda dan kedua temannya yang masih berdiri di belakangnya.
Dinda dan kedua temannya, menatap Elara dengan pandangan merendahkan. Menunggu reaksi Elara.
“Kalian ini cita-citanya jadi ani-ani, tapi mentalnya cuma kuat buat gibah," ucap Elara.
Mereka terdiam sejenak. Lalu salah satu dari mereka menyeringai.
“Pelakor aja bangga,” balasnya sengit.
Pelakor?
“Atau…” Elara balas dengan senyum tipisnya, “...jangan-jangan kalian sudah ngangkang lebar-lebar, tapi cuma diobral gratis?”
Hot Chapters