LOGINMelati dan Adam sepasang suami istri. Melati seorang pelayan sebuah kafe dan dinikahi Adam, seorang direktur perusahaan. Mereka menikah secara siri. Setiap kali Melati meminta Adam untuk menikahinya secara sah, Adam selalu punya banyak alasan. Menunggu keluarga Adam siap. Melati pun awalnya tak pernah menaruh curiga sama sekali. Namun, hati Melati begitu hancur saat mengetahui sebuah fakta yang tak pernah terpikirkan. Ternyata, Adam sudah berkeluarga. Dia memiliki istri dan seorang putra berusia sekitar 3 tahun. Hati Melati hancur seketika itu. Dia merasa telah menjadi perusak rumah tangga wanita lain. Lalu, akankah Melati tetap bertahan dalam pernikahannya?
View MorePagi masih berembun ketika suara burung gereja mulai bersahutan di halaman rumah. Melati membuka tirai jendela kamarnya dan membiarkan sinar matahari masuk perlahan. Udara sejuk menelusup melalui celah jendela, membawa aroma rumput basah yang menenangkan. Namun, batinnya masih jauh dari tenang. Hatinya masih bising oleh suara-suara yang belum juga mereda.Ia menarik napas dalam, lalu mengambil ponsel. Tangannya sempat ragu, tetapi tetap membuka aplikasi pesan.Belum ada balasan.Pesan yang ia kirim semalam masih terlihat centang dua. Dibaca, tapi tetap dibungkam. Tak ada tanda-tanda bahwa Adam akan merespons. Melati menghela napas, lalu meletakkan ponsel di meja kecil dekat tempat tidur.Ia melangkah keluar kamar, membantu ibunya seperti biasa. Hari itu, cucian cukup banyak. Meski tubuh lelah, Melati tidak mengeluh. Justru, pekerjaan membuat pikirannya sedikit teralihkan.***Menjelang siang, saat Melati sedang menyapu halaman, ponselnya bergetar di saku celana. Sebuah nama muncul di
Mentari sudah tinggi, tapi semangat Melati seperti belum benar-benar terbit. Ia hanya duduk diam di beranda rumah, menggenggam cangkir teh yang sejak tadi tak disentuh. Uapnya sudah tak lagi mengepul, menguap seperti semangatnya pagi ini. Pikirannya masih tertinggal pada percakapan semalam dengan Adam, juga pada luka lama yang kembali menganga.“Mel, kamu kenapa, Nak?” tanya Bu Halimah yang baru saja selesai menjemur pakaian. Suaranya pelan, tapi penuh perhatian.Melati buru-buru mengangkat wajah dan tersenyum tipis. “Nggak apa-apa, Bu. Cuma pusing sedikit.”Bu Halimah memperhatikan anak gadisnya itu dengan tatapan lekat. Ia tidak sebodoh yang Melati kira. Sejak Melati pulang dari Jakarta, Bu Halimah sudah merasa ada yang aneh. Anaknya jadi sering melamun, kadang tertawa sendiri, lalu tiba-tiba murung. Ponsel yang dulu hampir tak lepas dari genggaman, kini lebih sering disimpan dan bahkan dimatikan.“Pusing karena apa? Habis mimpi buruk?” tanya Bu Halimah mencoba ringan.Melati mengan
Esok pagi, Melati mengerjap karena cahaya matahari menerobos masuk jendela. Matanya sebenarnya begitu berat untuk dibuka. Melati masih mengantuk karena semalam tidur sudah sangat larut. Napas dia embuskan dengan kasar. Dengan malas Melati bangun dan melangkah keluar kamar menuju kamar mandi.Melewati dapur untuk ke kamar mandi.“Anak gadis bangun, kok, matahari sudah tinggi. Gimana bisa cepet dapat jodoh, jodohnya dipatok ayam.” Ibu menggoda Melati ketika dia hendak masuk ke kamar mandi.Melati menoleh dan tersenyum. Ah, Ibu ... tidak tahu kalau anaknya ini sudah mendapat jodoh meskipun dia tidak lagi single.Tanpa menanggapi perkataan Bu Halimah Melati masuk kamar mandi dan menutup pintu. Melati bersender di balik pintu sambil menumpahkan kesedihan. Napas terasa sesak, cairan hangat pun mengalir membasahi pipi.Tuhan ... ampuni Hamba karena telah berbohong pada Ibu. Hamba tak berani berkata jujur kalau sudah menikah, karena hanya menikah siri dan bukan dengan pria single.Melati sege
Malam ini, Melati duduk di teras rumah bersama Bu Halimah. Menyaksikan kerlap-kerlip bintang di langit. Ya, suasana di rumah Melati ini memang tidak begitu ramai, karena rumahnya jauh dari jalan raya. Hanya jalan kampung kecil dan masih banyak pepohonan di sekitar. Jika malam, suasana hening dan terdengar suara jangkrik, yang sudah tidak terdengar di Kota Surabaya.“Melati, kapan kamu mau menikah?”Pertanyaan Bu Halimah sontak membuat Melati terkejut.Melati langsung menoleh.Aku harus menjawab apa atas pertanyaan Ibu? Aku sudah menikah meskipun hanya siri. Melati berkata dalam hati.“Melati kenapa diam? Ibu berniat menjodohkanmu dengan Rehan, anak Bi Minah yang rumahnya di pojok kampung sana.” Bu Halimah menunjuk ke arah utara.Melati masih bergeming, menunggu Bu Halimah melanjutkan perkataannya.“Dia anak yang baik, udah mapan, dan umurnya juga sudah matang. Dia juga berniat cari jodoh kata ibunya. Kamu kenal dia, ‘kan?” lanjut Bu Halimah.Melati menelan ludah, kemudian menghela nap
Sesampai di rumah, Melati langsung disambut oleh Adam. “Sayang, aku nggak mau kamu kayak gini. Anggap saja aku hanya milikmu.” Adam meraih tangan Melati dan hendak menciumnya, tetapi Melati menolak. “Nggak usah pegang-pegang, Mas! Aku muak sama kamu! Talak aku, Mas! Bebaskan aku! Aku nggak mau men
Suara Aisyah saat di telepon terus terngiang di telinga Melati. Dia benar-benar merasa menjadi seorang penjahat. Melati melihat foto yang dikirimkan Reina ke HP-nya. Foto Adam dengan seorang wanita berjilbab, serta bocah perempuan kecil. Mereka tampak seperti keluarga bahagia. Kemudian, Melati meng
“Mel, kamu kenapa? Coba bicara baik-baik, yang tenang.” Adam berusaha membujuk Melati.“Nggak ada yang perlu dibicarakan baik-baik Mas! Aku benci kamu! Benci!” teriak Melati.Adam benar-benar bingung dengan sikap Melati yang tiba-tiba marah-marah tidak jelas. Lalu, Melati kembali masuk ke kamar, la
Hari Minggu, Melati sengaja tidak membangunkan Adam karena memang libur. Saat di Surabaya begini, Adam tidak terlalu sering pergi ke kantornya, karena memang hanya kantor cabang. Adam hanya memantau sesekali. Melati pun masuk kembali ke kamar sambil membawa secangkir kopi untuk Adam. Terlihat Adam












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews