Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Satria Idaman Wanita

Satria Idaman Wanita

tanya Satria bingung luar biasa. Dia melirik ke arah Mak Ijah yang sekarang malah sibuk pura pura cuci piring sambil senyum senyum sendiri. Satria langsung paham dari mana Dinda bisa tahu posisinya secepat ini. Dinda tidak menjawab pertanyaan Satria. Dia langsung duduk di sebelah pemuda itu. Mata Dinda menatap tajam ke arah pipi Satria yang memerah, lalu turun ke perban putih di tangan kanannya, dan terakhir menatap ransel butut di atas meja kayu.
1035.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 788 kali sebagai sindiran cari muka
Baca
+Pustaka
Air Mata Kerinduan

Air Mata Kerinduan

Mungkin karena reaksiku yang terlalu besar, nada bicara suamiku yang tadinya sinis pun sedikit melunak. “Mau dong. Sayang, jangan marah. Aku hanya… bercanda….” Alvaro tiba-tiba mengubah sikap sinis dan curiganya, lalu mendekat dengan wajah cengar-cengir. Namun, melihat wajahnya mendekat, jantungku langsung menegang. Aku buru-buru membalikkan badan sambil menggendong anak. “Menganggap aku selingkuh? Itu bisa dijadikan candaan? Alvaro, kok kamu nggak bercanda seperti itu saja dengan ibumu?”
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai sindiran cari muka
Baca
+Pustaka
Bukan Pewaris Biasa

Bukan Pewaris Biasa

sindir wanita itu. Dannis merasa harga dirinya hancur tak karuan. Di sindir oleh sosok wanita yang telah memberikannya sensasi menuju surga tampak menusuk hatinya. Kejantanannya seakan rapuh ketika mendengar sindiran itu. “Maaf, tapi aku sama sekali tidak mengenalmu. Bisa tolong perkenalkan dirimu dulu sebelum menyindirku kembali?” Dannis merasa agak kesal.
1055.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai sindiran cari muka
Baca
+Pustaka
Unexpected Feeling

Unexpected Feeling

ucap Sinta saat memegang kening Indira. Indira hanya tersenyum, menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal tapi gerakannya tiba-tiba terhenti dan mulai meraba sesuatu yang langsung membuatnya takut. Menatap sekitar dengan harapan tidak ada Fajar, Sinta yang melihat Indira kebingungan dengan cepat langsung memegang apa yang Indira pegang. “Kamu pernah cacar?” pertanyaan Sinta membuat Indira menatap bingung “Aku curiga kalau kamu...”
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai sindiran cari muka
Baca
+Pustaka
Pusaka Warisan Semut Rangrang

Pusaka Warisan Semut Rangrang

sindir Siska pedas. ​Wanita itu tersenyum manis mengabaikan Siska, lalu sengaja mendekat hingga tubuhnya hampir menyentuh lengan bidang Madun sambil memberikan tatapan mata penuh godaan maut. "Kenalin, saya Maya... Pengusaha muda dari kota yang kebetulan nyasar ke desa ini, tapi kayaknya saya nggak salah tempat karena ketemu cowok gagah kayak kamu, Mas."
5.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai sindiran cari muka
Baca
+Pustaka
Sama-sama Egois

Sama-sama Egois

"I am Sorry." "Sin." Pangilku lagi, ia menghentikan langkah tampaknya ia bernapas panjang lalu berkata, "Apa lagi, mas?" namun ia tetap tersenyum walapun aku tahu ia terpaksa. "Kamu terihat pucat," kudekati lagi Sindi, benar dia memang pucat apa lagi telapak tangannya terasa hanggat. "Apa kamu sakit?" kuletakan pungung tanganku di dahinya dan benar saja badannya panas.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai sindiran cari muka
Baca
+Pustaka
Sadena

Sadena

"Sini." Maka Selin menurut, ia duduk di sebelah Sadena. Mereka mepet tanpa jarak. Sadena meraih dagu Selin menggunakan tangannya yang tak diperban hingga tatapan mereka bertemu. "Mana senyumnya? Gue pengen liat." Pipi Selin memerah. Lantas ia tersenyum lebar menghadap Sadena. Cowok itu lalu mengusap lembut puncak kepalanya.
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 419 kali sebagai sindiran cari muka
Baca
+Pustaka
Ternyata Aku Madunya

Ternyata Aku Madunya

Kebetulan semalam ia bertemu dengan sepupunya dan tanpa sengaja ia melihat foto itu saat sepupunya berselancar di dunia maya. “Sepupu kamu namanya siapa?” tanya Fina penasaran setelah melihat foto yang diberikan oleh Sindi. Iya tau betul bahwa laki-laki itu adalah suaminya. Tapi ia tidak tau dengan perempuan-perempuan disana itu siapanya. “Sepupu aku namanya Rini, kalau nggak salah kemaren dia bilang, perempuan itu temannya waktu masih kerja sebagai marketing di salah satu perusahaan di Semarang,” jawab Sindi.
1013.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 399 kali sebagai sindiran cari muka
Baca
+Pustaka
Bus Penyelamat

Bus Penyelamat

Sindi meringkup di balik rerumputan sambil terus mengintip pria itu yang menunggunya di tengah jalan. Pria itu cukup tinggi dan badannya tampak begitu kekar. Ia mengenakkan penutup wajah, sehingga membuat Sindi tidak bisa melihatnya dengan jelas. Siapakah pria itu? Apakah itu adalah sopir truk yang beberapa hari yang lalu mengantarkan air darah pencuci daging ke rumah Pak Jumri dan Pak Dunto? Tidak, pria itu tidak berpostur kekar seperti itu. Lalu siapakah gerangan sosok tersebut? Sindi masih berusaha keras untuk mencari jawaban.
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai sindiran cari muka
Baca
+Pustaka
BOSKU MANTAN SUAMIKU

BOSKU MANTAN SUAMIKU

Aku mengelak sambil berusaha menyetir mobil. "Kalo soal desakan Papa yang menyuruh kamu buat nikahin aku secepatnya, gak usah didengerin, Mas! Aku santai kok," ujar Sandrina dengan bibir yang mengulas senyum. Wanita itu terlihat begitu anggun saat kaca mata hitam yang lumayan lebar itu menutupi matanya. Padahal dia punya manik hitam yang bulat nan indah.
9.9195.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai sindiran cari muka
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status