Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Madu Di Kamar Tamu

Madu Di Kamar Tamu

tanya Laila dengan panik. "Tadi Jen dengal di toko waktu nemenin Ibu belanja. Katanya, obat kuat bica buat tubuh kuat, cehat, gagah. Jen mau minum bial kuat dan ndak gampang sakit lagi," sahut Zain dengan sedih. Bersambung ….
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai madu panas dalam
Baca
+Pustaka
Menjadi Madu

Menjadi Madu

"Bibi... Bi Jum!" Kudengar ibu mertuaku mulai memanggil asisten rumah tangganya. "Bi Jum, tolong masak sup yang baru, aku mau makan masakan Bibi. Yang ini tolong bawa ke belakang! Ini rasanya seperti terlalu banyak MSGnya, terlalu banyak micinnya, tidak sehat," kata wanita kaya itu.
108.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai madu panas dalam
Baca
+Pustaka
Pusaka Warisan Semut Rangrang

Pusaka Warisan Semut Rangrang

"Duh, Madun jagoanku... tapi ini efek sengatannya bener-bener bikin rahim aku ikutan gatel lagi tahu. Kental dan panas banget rasanya di dalam." ​Gita bergantian menggesekkan paha mulusnya yang putih susu ke pinggang serta bokong Madun dengan buah dadanya yang besar dan empuk. Visual paha mulusnya yang padat nampak bergesekan manja dengan kaki jantan Madun yang penuh bulu tipis. "Betul itu, Madun! Ini sisa muncratan di perut semok Gita aja masih anget banget. Gimana kalau kita habisin sisa lahar panas di dalam linggis beton kamu itu sekalian sebelum pintunya digedor si Budi?"
107.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai madu panas dalam
Baca
+Pustaka
Cinta Satu Malam dengan Berondong

Cinta Satu Malam dengan Berondong

komentar Padma dengan napas yang tersengal-sengal. “Aku tahu,” balas Badai seryaa mendengus pelan. “Dibanding kompor juga lebih hot aku, Hon.” “Oh, please.” Padma hanya memutar kedua bola matanya. Padahal yang ia maksud adalah suhu tubuh Badai. Kulit lelaki itu terasa panas di bawah sentuhannya.
6.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai madu panas dalam
Baca
+Pustaka
PERANGKAP PANAS CEO DINGIN

PERANGKAP PANAS CEO DINGIN

Pasalnya, Ellshora pikir Luke mengabaikan pembicaraannya saat itu. “Setiap hari mereka meneriakku seperti yang kau dengar tadi, Tuan. Se-ti-ap ha-ri,” jawab Ellshora mengkonfrontasi kalimat akhirnya. “Hmm ... kau butuh kehangatan. Tapi kurasa, mereka tak sedingin es,” goda Luke, wajahnya menunjukan sebuah senyum sinis yang membuat Ellshora justru kesal. “Iya, kau memang benar, Tuan. Mereka sangat panas. Seperti neraka!”
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai madu panas dalam
Baca
+Pustaka
MADU Titipan

MADU Titipan

Emosi ini kucoba tahan. “Tuhan ... apa aku terlalu baik?” batinku sambil menengadah dan mengusap wajahku kasar. Frustrasi. "Pengen buru-buru bulan madu, ya?" goda Pak Yanto yang membuat mataku melotot.
8.77.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai madu panas dalam
Baca
+Pustaka
Broken Vessel

Broken Vessel

Alas papan kayu ini terasa hangat oleh mangkuk yang berisikan bubur panas ini. Kusendok makanan yang kental ini lalu meniupinya sebelum memakannya. Rasa hangatnya menyebar ke seluruh tubuhku. Sepertinya bubur gandum ini terasa sedikit manis karena ditambahkan susu dan madu.
109.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 370 kali sebagai madu panas dalam
Baca
+Pustaka
Hasrat Panas Paman Dingin

Hasrat Panas Paman Dingin

Rasanya sangat aneh, pahit sekaligus terasa begitu panas saat menyentuh tenggorokannya. Rian berjalan mendekat, bersimpuh di hadapan Anin lalu berujar, "Anin, udah. Kamu nggak kuat minum. Simpan aja, Viona juga keliatannya udah mabuk." Tangan Anin yang memegang gelas keduanya mengambang di udara. Ia menoleh pada Viona yang nampak pipinya sudah memerah. "Tapi ...."
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai madu panas dalam
Baca
+Pustaka
Cinta Panas Sang Penyamar

Cinta Panas Sang Penyamar

“Cuacanya sangat panas siang tadi, jadi sore pun bangkunya masih panas,” ucap Daffi saat mereka baru sampai dan hendak duduk lebih dulu. “Iya, nggak usah duduk deh. Langsung lari aja. Kejar aku, A’...”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai madu panas dalam
Baca
+Pustaka
Teman Tapi Panas

Teman Tapi Panas

Ana duduk dengan nyaman sambil menunggu pesanannya, ia sesekali tersenyum sambil melihat ke lantai dansa tempat Ifa dan yang lainnya tengah menggila. Berbeda dengan Ana yang tampak tenang, Andi justru duduk dengan gelisah. Pengaruh alkohol dan hasrat yang memuncak membuat ia sulit mengendalikan diri. Di sampingnya Ana tengah menyesap minumannya sementara Andi justru membayangkan jka bibir itu beradu dengan bibirnya, pasti terdengar indah saat bibir ranum itu menyebut nama Andi.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai madu panas dalam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status