Bara Dendam Sang Prabu Boko
."
Balaputeradewa menarik napas panjang, paru-parunya terasa sesak oleh penyesalan dan gejolak perasaan yang tak terucapkan, sebuah konflik batin yang meremukkan. Matanya berkilat, memancarkan perpaduan amarah dan keputusasaan yang tiada tara. Ia mendekatkan wajahnya lagi, napasnya menderu tak teratur. "Selama bertahun-tahun lamanya, Mayang, sejak aku memahami arti sebenarnya dari warisan nenek moyang dan dendam yang harus dituntaskan, mati-matian aku membenci Sanjaya. Aku membenci seluruh darah mereka, setiap cabang wangsanya, dan setiap individu yang mengalirkan nama itu. Mati-matian pula aku berusaha untuk memusnahkan wangsa yang kuanggap busuk, licik, serakah, penuh nafsu, dan tak bermor
Bab Populer