SELUMBARI
aku memekik tertahan, menutup mulut dengan tangan.
Kakiku terkilir, membuatku sedikit terhuyung. Aku berusaha keras untuk menyeimbangkan tubuh, tidak ingin terjatuh. Berhasil, aku segera lanjut berlari. Dua langkah, aku terhuyung lagi. Aku berjalan dengan tertatih-tatih, persis seperti balita yang baru belajar berjalan. Tangan kiriku menyentuh tembok, menjadikannya pegangan. Kaki kananku mulai melangkah dengan cepat, mencoba usaha terbaiknya. Sedangkan kaki kiriku terseret paksa. Aku menggigit bibir, kaki terkilir benar-benar sangat merepotkan.
Hot Chapters