Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Penyintas

Penyintas

Rosa5 : kamu setujui ya. --------------------- Bersambung... ---------------------
3.6K viewsOngoingAdded to Library 129 Times as sinopsis 5 cm
Read
+Library
Bos Arogan Itu Ayah Anakku

Bos Arogan Itu Ayah Anakku

Bab 55: Tekanan yang Mencekik Chintya duduk di ruangannya, menyesap segelas anggur merah sambil merenungkan situasi yang semakin memanas. Ia telah berhasil mengelabui Evan dan memastikan bahwa dirinya tidak terseret dalam pemecatan para karyawan yang dulu berpihak padanya. Namun, ada sesuatu yang mengganggunya—tatapan Evan yang semakin tajam dan penuh kecurigaan.
1.9K viewsCompletedAdded to Library 62 Times as sinopsis 5 cm
Read
+Library
Cermin Malapetaka

Cermin Malapetaka

Dayang-dayang dengan sibuk dan terburu-buru masih berusaha menutupi jejak kelahiran sang putra mahkota. BRAR, ah pintu kamar utama berhasil terbuka. Sebenarnya tujuan mereka hendak mencari batu Kristal Regana. Sebuah batu kristal abadi yang dapat menghidupkan kembali satu nyawa setiap seratus tahun sekali. Waktu yang sangat lama untuk menantikan batu kristal itu bekerja. Kebetulan sekali batu kristal itu dapat menghidupkan satu nyawa lagi lima belas tahun kemudian. Mereka menerobos kamar utama istana karena mereka memiliki dugaan bahwa batu kristal itu disimpan di kamar utama dengan penjagaan langsung dari rajanya.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 119 Times as sinopsis 5 cm
Read
+Library
Kau Menikah, Aku Mengikhlaskan

Kau Menikah, Aku Mengikhlaskan

Tak ada suara, tetapi raut kesakitan dan jeritan tanpa suara itu justru lebih menggetarkan. “Kenal orang ini, bukan?” ujar Leo ringan, jarinya menggeser layar ke video berikutnya. Kali ini, Ghost Five dipaksa berbaring di atas meja logam. Seseorang menyuntikkan cairan bening ke dalam pembuluh darahnya. Ghost Five menggeliat histeris, matanya hampir melotot keluar dari rongga.
9.2230.3K viewsCompletedAdded to Library 7.4K Times as sinopsis 5 cm
Read
+Library
Kehidupan Kelima Sang Antagonis

Kehidupan Kelima Sang Antagonis

Semua yang bergerak di sekitarnya terasa jauh—kabur, gelap, seperti potongan adegan dalam televisi hitam putih yang tidak memiliki suara. [Cobalah!] Sebuah pesan dari messanger muncul. Aveline tidak menggubrisnya. [Aku serius, cobalah!] Ia tetap diam. [Cobalah!] [Cobalah!] [Cobalah!] “Arrgghh...!” Aveline menggeram pelan, menggigit bibirnya sendiri, berusaha agar tidak berteriak. Rasa gerah mulai merayap. Namun pesan-pesan itu tidak berhenti.
10770 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as sinopsis 5 cm
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status