Karma Pengkhianat Pernikahan
“Bismillahirrahmannirrahim … Dani Anggara, aku nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandungku Ayudia Ningtyas, dengan mas kawin enam gram emas dan seperangkat alat salat dibayar tunai.”
Aku menarik napas panjang, lalu mengucapkan, “Saya terima, nikah dan kawinnya, Ayudia Ningtyas binti Wira Hatmaja, dengan mas kawin … eh, mas kawin … eh ….” Suaraku bergetar gugup. Hilang sudah hapalanku. Para hadirin sontak menjadi riuh, sebagian terkikik geli. Aku semakin gugup dibuatnya. Bang Tamrin menyentuh bahuku, menenangkan.
“Mas Dani, jangan gugup. Tarik napas panjang-panjang, lalu ucapkan bismillah dalam hati,” titah Pak Penghulu. Aku mengangguk.
Hot Chapters