Petaka Malam Tahun Baru
“Hmmm .... “ Aku hanya berdehem.
Huh, aku sedang malas untuk ke mana-mana, apalagi jarak kampung ke Kota itu lumayan jauh, sebab harus menempuh waktu satu jam-an, ogah ah! Biar aja dia nggak punya baju, biar tahu rasa karena berani-beraninya mengikutiku sampai ke sini.
Setelah selesai sarapan, aku berpamitan kepaad Ibu untuk ke bukit yang berada di belakang rumah karena ingin mencari sinyal internet barangkali ada klien yang menghubungiku di wa.
Sesampainya di bukit, aku melangkah ke kanan dan kiri untuk mencari sinyal yang kuat. Biar sudah di bukit pun, tak langsung ada sinyal internetnya, ada tempat-tempat khususnya juga.
“Seno baik-baik aja di sini, Ma, jangan khawatir! Ini lagi di kampun