Nikahi Mamaku, Om!
Sepertinya bukan hanya Wilona saja yang ingat, sebab di detik berikutnya Arshaka juga terlihat menganga dengan alis terangkat.
“Ah,” gumam pria itu. “Kau bocah waktu itu.”
Dahi Arjuna mengerut mendengarnya. “Namaku Arjuna, Om. Bukan bocah itu,” ucapnya sedikit cemberut.
Arshaka mengangguk. “Arjuna,” ucapnya. “Jadi, dia mamamu?”
“Em! Ini mamaku yang Om bilang masakannya sangat enak!” Arjuna tampak riang. “Om datang kesini untuk makan malam bersama kami, kan?”
Hot Chapters