Menggarap sinopsis itu seperti meramu trailer film—harus bikin penasaran tapi enggak spoiler. Awalnya aku sering kebanyakan ngejelasin dunia atau lore, padahal yang penting justru hook-nya. Coba fokusin konflik utama tokoh dalam 2-3 kalimat, kayak di blurb buku bestseller. Misal: 'Ari harus memilih antara menyelamatkan adiknya atau membongkar konspirasi kota bawah tanah dalam 48 jam.'
Paragraf kedua bisa kasih seasoning: setting unik atau twist kecil. Tapi ingat, sinopsis bagus itu seperti Tinder bio—singkat, catchy, dan bikin orang swipe right. Terakhir, baca ulang dan potong 30% kata-katanya. Kalau masih kepanjangan, berarti belum tau inti ceritanya sendiri.