Sistem level dewa selalu bikin aku berpikir tentang bagaimana mereka menawarkan kompleksitas yang lebih organik. Misalnya dalam 'Sword Art Online', karakter seperti Kirito bukan cuma naik level biasa—tapi benar-benar menguasai skill dengan cara yang lebih alami, seperti pedang ganda yang jadi trademark-nya. Ini beda banget sama sistem linear biasa yang cuma numpang lewat dari angka ke angka.
Yang kubaca di novel 'Omniscient Reader's Viewpoint', konsep 'dewa' sering dikaitkan dengan fleksibilitas luar biasa. Karakter utama bisa memodifikasi statistik atau bahkan menciptakan aturan baru. Sistem tradisional? Cuma bisa ngikutin template yang udah ditentuin dari awal. Kerennya lagi, biasanya ada lore mendalam kenapa karakter bisa dapat kekuatan begitu—nggak asal 'reward dari quest' doang.