SERULING SAKTI SANG NAGA
Telinganya bergerak-gerak, mendengarkan dengan seksama suara kecipak air dan gerakan ikan-ikan yang berenang di dalam aliran sungai dangkal.
Wutt … Jleb!
Ia melayangkan tombak bambunya dengan kecepatan tak terduga, bahkan ikan di air pun tak sempat menghindar.
Puas melihat hasil tangkapannya berupa ikan yang cukup besar, ia melepaskan badan ikan tersebut dari ujung tombaknya lalu dilemparkannya ke belakang, tepat masuk ke dalam keranjang bambunya.
“Tiga!” serunya senang, “Nanti malam akan kumasakkan tim ikan untuk Guru, A Yin, dan aku sendiri!”