Ketika Istri Kedua Jatuh Cinta
"Lukisan bunga. Mawar merah. Ada daunnnya, hijau. Ada tangkainya, ada durinya sekalian. Di bawah aku suruh bikin tulisan juga, 'Untuk Kiandra' biar kamu puas."
"Evan. Apa susahnya kasih aku bunga mawar biasa? Bukan kelopaknya doang, bukan lukisan begini?"
"Itu lebih awet. Enggak akan layu. Terserah kamu mau dipajang, dibawa tidur atau dibuang. Aku capek ngurus soalan bunga-bunga kamu ini."
Kiandra berdiri, perempuan itu berjalan dengan langkah lesu menuju kamar. Evan tersenyum puas, pria itu melanjutkan pekerjaan.