Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sketsa Hujan

Sketsa Hujan

Masih ada di sana; foto mereka di sekretariat UKM saat lembur mengerjakan majalah kampus, foto saat mereka berdiskusi panas tentang teori komposisi warna di sebuah kedai kopi pinggiran, hingga sebuah foto bunga edelweis yang nampak sedikit layu. Elang memejamkan mata. Ia ingat betul foto bunga itu. Ia yang memotretnya saat mendaki gunung tahun lalu, lalu mengirimkannya pada Aksara lewat pesan singkat karena tahu sahabatnya itu sangat menyukai filosofi keabadian bunga tersebut. Aksara tidak hanya menyimpannya, ia mengunggahnya dengan caption sederhana: "Sesuatu yang abadi tidak harus selalu segar, ia hanya perlu tetap ada di tempat yang benar."
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai sketsa bunga mawar
Baca
+Pustaka
Ketika Janda Ketemu Duda

Ketika Janda Ketemu Duda

Dia memungut taburan kelopak bunga mawar di atas seprei lalu melemparnya ke atas hingga kelopak bunga mawar itu menghujani kepalanya. “Ini bebek-bebek buat apa sih?” Entah kepada siapa Isvara bertanya, dia mengobrak-abrik hiasan dari handuk berbentuk dua angsa yang saling menempelkan paruh.
10430.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.7K kali sebagai sketsa bunga mawar
Baca
+Pustaka
Dendam Wanita Teraniaya

Dendam Wanita Teraniaya

Sekar memetik beberapa tangkai bunga mawar putih dengan gunting, untuk kemudian di masukkan ke dalam keranjang anyaman. Selain mawar ada juga bunga krisan, anggrek, lili dan lebih banyak lagi jenis bunga lainnya. Saat Sekar sedang asyik memetik bunga, pintu rumah kaca dibuka, seseorang masuk ke dalam dengan berjalan pelan menuju Sekar, kemudian memeluknya dari belakang. Sekar langsung tersenyum lebar menerima pelukan tiba-tiba itu.
690 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai sketsa bunga mawar
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Sang Langit

Jerat Cinta Sang Langit

Ada kekurangtepatan, dipotongnya segera, sehingga tepat dan pas di wadah. Diambilnya mawar merah dan putih. Menggunting sesuai apa yang ada di pikirannya. Dengan tambahan daun asparaga, ia mulai merangkai bunga mawar itu dengan warna-warni nan cantik. Setelah selesai, dibuatnya lagi, beda model tetap dengan bunga mawar segar warna warni cantik. Tak berapa lama, beberapa orang keluar masuk toko bunga Bumi. Ada yang memesan, mengambil pesanan atau membeli bunga langsung. Kesibukan pagi selalu menggairahkan.
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 312 kali sebagai sketsa bunga mawar
Baca
+Pustaka
Mawar Kecil Beracun

Mawar Kecil Beracun

Aku mengemasi koper kecil dan pindah ke apartemen kecilku sendiri. Saat mengusap luka dengan obat merah, rasa perihnya membuatku mendesis, tetapi pikiranku justru menjadi jernih secara luar biasa. Aku menyalakan laptop, mencari surel yang dikirim dosen pembimbingku bulan lalu. Surat undangan dari Royal Academy of Art di Negara Adaris. Saat itu, aku masih cukup bodoh untuk membalas ke dosen pembimbingku.
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai sketsa bunga mawar
Baca
+Pustaka
Gairah Liar Adik Ipar

Gairah Liar Adik Ipar

seru Esther. Sementara Esther berinteraksi dengan penjual. Arion justru sibuk mencari bunga lain. Bunga yang langka yang jarang dijumpai. Hingga tatapannya menangkap sebuah bunga yang tak pernah dilihatnya. Arion lantas menyeret langkahnya mendekati bunga itu. Bunga yang indah memiliki warna persik-aprikot lembut dan kelopak yang sangat penuh dan elegan, menyerupai cangkir. Mawar ini memiliki aroma yang harum. Hanya ada beberapa tangkai saja, dan Arion bergegas membelinya.
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai sketsa bunga mawar
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Dewi Bunga

Kebangkitan Dewi Bunga

“Kebetulan aku sedang lapar, dan aku ingin sekali memakan seekor burung.” Ngiiiiingg! Yingge merentangkan kedua tangan. Seluruh tubuhnya mengeluarkan energi iblis berwarna merah. Krrrrrk! Akar bunga kematian muncul dari dalam tanah. Dalam sekali gerakan tangan, akar bunga kematian dengan cepat merambat ke semua utusan langit dan melilit tubuh. “Kau?! …” gadis utusan langit membulatkan matanya ke arah Yingge, “akhirnya aku menemukanmu putri iblis, Yingge?” lanjutnya tersenyum licik.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai sketsa bunga mawar
Baca
+Pustaka
Broken Flower

Broken Flower

Semoga saja, lukisannya nanti dapat terjual di acara galang dana sekolah dengan nilai yang tinggi. Dengan antusias ia mencari posisi duduk yang pas untuk melukis rumpun bunga mawar yang menjadi favoritnya. Namun tanpa diduga, pandangannya menangkap sesuatu yang aneh pada salah satu mawar di sana. Kening gadis itu berkerut ketika ia melihat merah pada kelopak bunga itu seakan meleleh dan jatuh pada daun sebelum meluncur hingga akhirnya meresap dalam tanah.
1011.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 384 kali sebagai sketsa bunga mawar
Baca
+Pustaka
Maid Istimewa Tuan Arrogant

Maid Istimewa Tuan Arrogant

tunjuk Albert ke sebuah taman bunga dengan banyaknya kupu-kupu yang beterbangan di sana. Ara sempat diam dan berpikir sambil menatap Albert. Sebelum akhirnya Ara mendorong kursi roda itu ke taman. Taman yang ditumbuhi berbagai macam bunga dengan warna-warna yang berbeda membuat taman bunga itu semakin indah. Ara melangkah mendekati salah satu bunga mawar dengan warna merah pekat. Dipegangnya bunga mawar itu lalu diciumnya.
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai sketsa bunga mawar
Baca
+Pustaka
VELIN-SEAN (INDONESIA)

VELIN-SEAN (INDONESIA)

Ia merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan catatan kecil yang isinya adalah nama-nama beserta alamat tempat ia akan mengantar beberapa bunga. "Seira Virza Nasution, 'kan?" Velin masih menatap kertas kecil itu. Siswi SMA itu mengangguk. "Nah, nama dan alamatnya sama. Mana mungkin salah alamat," tukas Velin. Ia menyodorkan bunga mawar merah yang terbungkus rapi kepada Seira. Seira hanya menatap tidak tertarik pada bunga mawar cantik itu. "Gue enggak tertarik sama sekali."
9.718.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 460 kali sebagai sketsa bunga mawar
Tampilkan Ulasan (31)
Baca
+Pustaka
Ayne Kim
TEMAN-TEMAN, TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR. TERIMA KASIH BINTANGNYA JUGA. KALAU BISA, BINTANGNYA JANGAN DIKASIH SATU, KALAU GAK SUKA AMA CERITANYA ABAIKAN SAJA GAK USAH NGASIH BINTANG JUGA GPP. BINTANG ITU MENGHARGAI PENULIS, SETIDAKNYA. SATU LAGI, BUDAYAKAN MEMBACA SEBELUM KOMEN YA😘😘😘😘😘
Bi Lafianna
Tema yg jarang diangkat. Bacanya gak boleh skip ya, biar paham apa itu mental illness. Banyakin bikin cerita yg nambah pengetahuan gini, biar makin banyak orang aware dan gak kehilangan empati. Riset terus, thor. Daebak!
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status