Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa
Setiap bilah tampak hidup, mengeluarkan desis lirih, seperti napas kematian itu sendiri.
“AWAAAS!!!”
Teriakan histeris meledak dari barisan cultivator. Tapi terlambat bagi mereka.
Bilah-bilah itu menancap ke tubuh-tubuh mereka, menyayat daging, menebas tulang, dan menyeret beberapa tubuh ke udara hanya untuk dijatuhkan lagi ke tanah dalam bentuk potongan. Setiap pedang membawa kutukan—kutukan yang mengoyak lebih dalam daripada luka fisik. Satu per satu, para korban menggeliat kesakitan. Ada yang kehilangan kendali atas tubuhnya sendiri, menari dalam siksaan seperti boneka putus asa. Ada yang terjatuh, tubuhnya utuh, namun jiwanya seperti dilahap perlahan oleh api tak kasat mata, hingga hanya
Hot Chapters