Kelir Getih (Layar Berdarah)
“Apa artinya, Raka?”
“Ayahku menulis suluk itu saat ia berada di puncak krisis moralnya, setelah pementasan ‘Bhisma Gugur’ sepuluh tahun lalu,” Raka menjelaskan, suaranya bergetar saat ia mengingat kembali malam-malam tanpa tidur ayahnya. “Ia menyebutnya Suluk Kematian Jati—Suluk Kematian Sejati. Isinya sangat filosofis, Kirana. Dia mengkritik para ksatria yang, meskipun tahu diri mereka berada di pihak yang salah, tetap berpegang pada janji dan akhirnya mati sia-sia. 'Lupa akan laku utama,' katanya.”
Hot Chapters