Teman Tidur Suamiku
Ia mendengarkan sejenak jawaban dari seberang telepon.
“Lebih cepat lebih bagus,” katanya lagi, nadanya tidak sabar. “Gue nggak bisa nunggu lama.”
Setelah menutup telepon, keheningan kembali menyelimuti kamar. Wanita itu tidak bergerak dari tempatnya. Ia hanya berdiri di sana, menatap perempuan yang masih terlelap dalam pengaruh obat tidur. Tatapannya adalah campuran antara kebencian, iri, dan kepuasan yang kejam.