Bagaimana Denganku
"Dan sepertinya, dengan adanya kamu di sini, syarat kedua akan sangat mudah terpenuhi."
Firli tersipu malu. Ia menarik selimut lebih tinggi. "Ya sudah, cepat tidur."
"Selamat malam, sayang," bisik Varel.
"Selamat malam, Mas," balas Firli.
Malam itu, entah pada menit ke berapa, akhirnya Varel dapat tidur bahkan lebih nyenyak daripada yang bisa ia ingat. Tanpa mimpi buruk, tanpa kegelisahan. Hanya ada kedamaian dan kehangatan dari wanita yang tidur di sampingnya.
Hot Chapters