Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KINASIH

KINASIH

Mereka seolah lupa akan segala sumpah serapah dan berbagai kalimat yang bahkan hingga kini masih tersimpan rapi di memori Asih. Di pemakaman, mereka membersihkan ilalang yang tumbuh subur di sekitar makam kakeknya. Ijah tak henti menangis, terus merapalkan do'a untuk sang suami yang lebih dulu pergi. Selepas itu, mereka pulang dengan rute yang sama. Satu dua orang menahannya di tepi jalan, lalu berbisik, mengenai suami Tika.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai slilit sang kiai
Baca
+Pustaka
Selir Chun! Kaisar Hanya Menginginkanmu!

Selir Chun! Kaisar Hanya Menginginkanmu!

Angin membawa harum samar bunga dan tanah basah, menyelinap masuk dari celah-celah jendela rumah tua itu. Di ambang pintu, Kaisar Lin Yi duduk bersila, punggungnya tegak namun santai, mengenakan jubah tebal berwarna gelap. Di pangkuannya, seruling panjang dari bambu tua, dan dari ujung alat musik itu, mengalunlah nyanyian lembut… sama seperti malam kemarin. Lagu itu tenang tapi memilukan. Seolah setiap notasi mengandung kenangan, setiap tarikan napas menyimpan doa yang belum dijawab.
1069.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai slilit sang kiai
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Nissa Salsabila
tolong dong kak. perbanyak ruang untuk menceritakan kaisar dan ratu chun. dibanding membahas kelicikan permaisuri yg rencana nya akan kakak buat gagal itu. please kak. aku suka cerita ini. tapi gak mau membaca kelicikan permaisuri terus. hiburlah saya dengan keromantisan kaisar dan ratu chun.
Emaknya Trejo
tau gk sih thor,ini cerita selain bikin aku dag dig dug bacanya jg bikin aku senyum2 sendiri kyk orang gaje,hubungan anatara kaisar dan chun mei yg bikin cerita ini romantis,jg cerita jenderal shang dan nona chu yg bikin baper,kalo di tanya aku pilih tim mana?aku pilih tim happy ending,wkwkwk
Baca Semua Ulasan
Sang Penguasa Mutlak

Sang Penguasa Mutlak

sahut pria berpedang emas dengan napas yang juga mulai tidak stabil. "Gabungan kekuatan kita berdua yang berada di tingkat yang sama ternyata belum bisa menghabisinya dengan mudah." Namun, di tengah keputusasaan itu... Syuttt! Sebuah kilatan cahaya berwarna ungu kehitaman melesat entah dari mana. Gerakannya begitu cepat, memotong udara tanpa suara. "Akh, apa ini" Kalimat Lun Ya terputus. Dunia mendadak hening.
10187 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3 kali sebagai slilit sang kiai
Baca
+Pustaka
Terikat Tatapan Pak Dosen

Terikat Tatapan Pak Dosen

Erina, yang duduk di sampingnya tetap tenang, membuat Maorielle semakin gelisah. "Maorielle," panggil Khai. "Sebutkan satu lagu yang menurut kamu memiliki kedalaman makna. Apa pun yang sedang kamu dengarkan akhir-akhir ini." Maorielle tersentak. Jantungnya berdegup kencang. Di bawah tatapan intens Khai, ia merasa lidahnya kelu. Lagi-lagi dia menjadi sasaran. "Saujana dari KLa Project," jawab Maorielle lirih.
698 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai slilit sang kiai
Baca
+Pustaka
Sang Dewa Iblis Pembantai

Sang Dewa Iblis Pembantai

Nama Si Iblis Pembantai menyebar lebih cepat daripada api yang disiram minyak. Tian Hei dan Xi Qianyue meninggalkan paviliun dengan langkah ringan Setiap langkah kaki Tian Hei bergema pelan, mantap, tanpa ragu—seolah dunia di sekitarnya tak lebih dari latar belakang yang tak layak diperhatikan.
549 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai slilit sang kiai
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Sang Selir

Jerat Cinta Sang Selir

Lelaki kekar itu hanya bisa mengangkat bahunya. Menyerah, Lilija memilih turun. Saat melewati Barrant, ia berhenti sejenak, lalu berkata, “Maaf kalau aku menyela, tetapi ada yang harus kusampaikan kepadamu. Meski kau tidak menyukaiku, kumohon, pilihlah aku menjadi selirmu nanti. Oke? Please ....” Sementara matanya masih terpaku pada tangga di mana kekasihnya tadi pergi, Barrant berkata, “Dia juga memintaku hal sama.”
1024.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 614 kali sebagai slilit sang kiai
Tampilkan Ulasan (23)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
IyoniAe
Hai, semua. Makasih udah baca novel ini. Ini merupakan novel pertama dari seri Fjola. Novel kedua, alias kelanjutannya sudah dapat di baca di GoodNovel dengan judul: Pesona Sang Peri. Lebih seru dan menegangkan.
Baca Semua Ulasan
Mencintaimu Kesalahan Terbesarku

Mencintaimu Kesalahan Terbesarku

Gilang mulai usil mengerjai Kiara. “Ngapain takut, Lang. Usai subuh itu, hari sudah mulai terang kok. Yang harus ditakuti itu adalah setan yang kayak kamu. Kalau setan asli mah dengan ayat kursi saja sudah lenyap setannya!” jawab Kiara dongkol. "Apa hubungannya setan dengan aku, Kia. Aku nggak ada hubungan family lho sama setan!" Gilang menambahkan jawaban konyolnya.
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai slilit sang kiai
Baca
+Pustaka
Legenda Pendekar Naga Putih

Legenda Pendekar Naga Putih

sahut Singa Emas Surgawi. "Apa kamu mau ikut denganku dan bertarung denganku? Kemampuanmu cukup hebat! kamu bisa berdiam di dalam Seruling Bambu Putih yang memiliki dunia makhluk mitos di dalamnya. Naga Putih sudah mengalaminya!' ujar Wu Long. "Aku akan bergabung dengan pendekar Wu Long! Panggil aku Kim Shai! kalau pusaka keramat di dalam goa besar sudah diambil oleh pendekar maka aku sudah bebas untuk tidak menjaga Pusaka Keramat ini lagi!'
1011.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 407 kali sebagai slilit sang kiai
Baca
+Pustaka
Sang Dewi

Sang Dewi

Untaian tasbih terbang kembali ke tangan sang Ulama yang tersenyum menyikapi. Walau sempat memundurkan diri, para penyusup berpakaian serba hitam itu berani menyerang Maulana Ngali. Tentu saja sang Ulama tidak tinggal, meski hanya meladeninya dengan menggunakan sebelah tangan mampu membuat lawan kewalahan. Untuk sejenak, sekelompok pria misterius tersebut saling menatap. Namun, saat mereka baru maju selangkah, Maulana Ngali sudah melempar biji tasbih kembali, yang seketika berubah menjadi kilatan petir dan membinasakan mereka. Larasati pun memeriksa tanah di mana orang-orang tadi lenyap. “Mereka orang-orang Karpala,” kata sang Ulama. “Maka sebaiknya, Dewi Putri tidak meninggalkan pondok.”
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai slilit sang kiai
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status